Presiden Jokowi Melepas Ekspor Perdana Isuzu Traga ke Filipina

Oleh Dian Tami Kosasih pada 12 Des 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 12 Des 2019, 12:17 WIB
Isuzu

Liputan6.com, Karawang - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara resmi melepas ekspor perdana Isuzu Traga di Isuzu Karawang Plant, Karawang Timur, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Sedikitnya 6 ribu unit Isuzu Traga siap dikirim ke Filipina hingga akhir 2020. Jumlah tersebut mampu memberikan kontribusi devisa negara mencapai $66.000.000 atau setara Rp 925 miliar per tahun.

Tak hanya itu, Isuzu Indonesia juga memiliki rencana memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih dari 20 negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika 3 tahun ke depan.

Selain itu, Ekspor Isuzu Traga sudah mendapatkan Fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai melalui Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat.

Dengan fasilitas ini, impor bahan baku diolah, dirakit, dipasang dan hasil produksi yang akan diekspor diberikan Pembebasan Bea masuk dan tak ada pemungutan PPn Impor.

Tak hanya berdampak pada lingkaran internal, ekspor Isuzu Traga juga memberikan dampak positif karena membutuhkan penambahan supplier hingga 119 perusahaan.

 

2 dari 2 halaman

Upaya Meningkatkan Kualitas

Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga $9.000.000 (Rp 126 miliar) per tahun, serta omset bagi perusahaan logistik mencapai $300.000 (Rp 4,2 miliar) per tahun.

"Ekspor ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan Isuzu di luar Jepang," kata Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Jap Ernando Demily.

Sebagai informasi, pada tahun 2015, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memindahkan pabrik yang sebelumnya berada di Pondok Ungu, Bekasi ke pabrik baru di Kawasan Suryacipta City of Industry di Karawang Timur.

Pabrik seluas 30 hektar ini memiliki kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga menjadi 80.000 unit per tahun.

Peresmian ini juga turut dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

Lanjutkan Membaca ↓
Krisis Darah PMI