Odometer Mobkas Bisa Diakali, Begini Cara Mengenalinya

Oleh Arief Aszhari pada 13 Nov 2019, 19:33 WIB
Diperbarui 13 Nov 2019, 20:16 WIB
Mercedes Benz Terbaru C300 AMG Line dan C200 EQ Boost

Liputan6.com, Jakarta - Saat membeli mobil bekas (mobkas), salah satu cara untuk mengecek kendaraannya, adalah dengan memperhatikan angka odometer. Jika memperlihatkan angka yang cukup tinggi, maka bisa diasumsikan roda empat tersebut sudah digunakan dengan jarak yang cukup jauh atau biasa disebut mobil capai.

Nah, jika jarak tempuh yang sudah cukup jauh tidak menutup kemungkinan bakal berpengaruh terhadap penurunan performa serta kerusakan sejumlah komponen.

Tapi, banyak oknum penjual mobkas yang melakukan kecurangan dengan mengubah odometer analog. Bahkan, agar lebih meyakinkan sampai mengakali rekam jejak buku servis. Si pelaku memanfaatkan jasa memutar balik angka kilometer, kemudian membawa mobil tersebut ke tempat servis. Hasilnya, angka kilometer palsu itu sesuai buku servis dan seolah-olah benar-benar terlihat muda.

"Misalnya seharusnya jarak tempuh mobil itu 80.000 km, diputar jadi 40.000 km, lalu dibawa ke bengkel servis, ya yang tercatat 40.000 km di keterangan servis," ujar Abeth N Sonjaya, Recondition & Quality Control Head Mobil88.

Namun, Seperti disitat laman resmi Mobil88.com, hal tersebut bisa diketahui dengan melihat bekas congkelan ketika membuka mika dasbor mobkas. Selain itu, angka-angka pada odometer juga mengalami kerusakan karena harus dipaksa diputar dengan benda keras tumpul atau lancip.

2 dari 3 halaman

Odometer Digital

Namun perlu dicatat, odometer digital juga bisa saja dimanipulasi, dengan cara yang lebih mudah, yaitu hanya dengan mencolok ke sebuah software.

Jadi, jika membeli mobkas, selain melihat odometer, ada baiknya melakukan pengecekan secara menyeluruh, mulai dari riwayat servis pada buku atau bengkel, melihat secara langsung bentuk fisik eksterior dan interior agar tidak tertipu.

.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓