Andalkan Cina, Volkswagen Incar Produksi 22 Juta Mobil Listrik di Dunia

Oleh Arief Aszhari pada 11 Nov 2019, 13:04 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 23:14 WIB
Volkswagen Incar Produksi 22 Juta Mobil Listrik di Dunia (Paultan)

Liputan6.com, Jakarta - Volkswagen sepertinya serius untuk terjun di pasar kendaraan ramah lingkungan. Bahkan, pabrik SAIC-Volkswagen di Anting, Cina, yang akan dijadikan fasilitas perakitan mobil listrik sudah selesai dibangun.

Dilansir Paultan, Senin (11/11/2019), pabrik di Negeri Tirai Bambu ini sudah melakukan pra produksi untuk mobil listrik Modular Electric Drive Matrix (MEB). Sedangkan untuk produksi mobil listrik penuhnya, yaitu Volkswagen ID bakal dilakukan Oktober tahun depan.

"Volkswagen memproyeksikan total volume 22 juta mobil listrik di dunia pada 2028, dan lebih dari 50 persennya akan berasal dari Cina. Negara ini memainkan peran penting dalam strategi elektrifikasi kami, yang akan membuka jalan ke tujuan Volkswagen untuk menjadi net-neutral karbon pada 2050," ujar ketua Volkswagen, Herbert Diess.

Dimulainya pabrik di Cina hanya beberapa hari setelah manufaktur ID.3 global dimulai di Zwickau, Jerman. Sebuah manufaktur yang telah menghabiskan investasi sebesar 1,2 miliar euro, dan dijadwalkan untuk memproduksi 100.000 kendaraan listrik tahun depan.

Meskipun pabrik di Anting, Cina ini akan memproduksi mobil listrik dengan basis MEB khusus untuk dalam negeri. Namun, fasilitas ini juga akan memproduksi mobil lisrik berbasis MEB dari merek lain di dalam grup Volkswagen. Sementara itu, pabrik ini juga akan meningkatkan produksinya hingga 15 model MEB dari berbagai merek pada 2025.

2 of 3

Volkswagen Golf Tidak Dijual untuk Sementara Waktu, Ada Apa?

Volkswagen (VW) resmi meluncurkan Golf MK8 secara global. Meski sudah mengaspal, pecinta otomotif di Indonesia nampaknya harus berbesar hati membiarkan mobil pabrikan otomotif asal Jerman tersebut.

Pasalnya, Chief Operating Officer PT Garuda Mataram Motor, Jonas Chendana menegaskan pihaknya masih belum bisa menjual model terbaru Golf di Indonesia saat ini.

"Sementara (tidak dijual). Belum tahu sampai kapan. Kita bolak-balik lagi meeting. Secara engine mereka enggak kasih. Karena engine mereka sudah Euro 6," ujarnya di Senayan, Jakarta.

Jonas juga menyebut bahan bakar yang tersedia di Indonesia belum bisa mendukung engine terbaru yang disematkan pada Golf terbaru. Kecemasan VW bukan tanpa alasan, sebelumnya pabrikan otomotif itu pernah terkena kasus dieselgate beberapa tahun silam.

"Karena bahan bakarnya enggak fit. Kebijaksanaan dari kepala sampai ke ekor itu semua enggak ada toleransi lagi sekarang, karena masalah yang dulu," ujarnya.

Saat disinggung kapan terakhir VW Golf dijual di Indonesia, Jonas menegaskan produksi tahun 2017 merupakan yang terakhir. "Sisa-sisa tahun 2017. Setelah itu udah enggak jual," tuturnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓