Cara Meminimalisasi Kasus Pecah Ban Saat di Jalan

Oleh Dian Tami Kosasih pada 05 Nov 2019, 19:03 WIB

Diperbarui 05 Nov 2019, 19:16 WIB

Ban mobil meledak

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan yang diakibatkan pecah ban saat kendaraan melaju kencang di jalan tol sering kali terjadi. Karena itu, pengemudi perlu memperhatikan ban dengan baik sebelum berkendara.

Menjadi penyebab terbanyak kecelakaan di jalan tol selain mengantuk dan rem blong, pecah ban akan membuat pengemudi sulit mengendalikan kendaraannya.

Merupakan komponen utama yang menghubungkan kendaraan dengan permukaan jalan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait ban, seperti dilansir Hyundai Indonesia.

Hal pertama ialah melakukan pemeriksaan tekanan udara pada ban. Saat mobil melaju di atas aspal atau beton bersuhu panas tinggi maka karet ban akan memuai, jika tekanan udara terlalu tinggi atau kurang, ban secara otomatis akan pecah.

Sebaiknya sebelum berkendara, cek terlebih dulu tekanan angin. Pengecekan minimal dilakukan setiap dua minggu sekali atau maksimum satu bulan sekali.

Kedua, periksa kondisi fisik ban. Kondisi jalan yang berbeda akan membuat karet ban cepat aus dan tipis. Apabila tak diperhatikan, ban bisa saja sobek atau mengalami keretakan, sehingga resiko terjadinya pecah ban di jalan akan semakin besar.

 

2 of 3

Perhatikan Alur Ban

Ketiga, perhatikan alur ban. Seringkali kembangan ban atau alur pada ban terdapat batu kecil atau kerikil yang terselip.

Sebaiknya hal ini dibersihkan secara berkala, karena berpotensi membuat ban mengalami kebocoran. Selain itu, batu yang terselip bisa menutup permukaan alur ban dan menurunkan kemampuan cengkraman.

Terakhir, pastikan beban muatan mobil tidak melebihi batas maksimal yang dianjurkan pabrikan. Apabila ban sudah tidak kuat menahan beban maka secara tiba-tiba pecah.

Jika semua hal di atas sudah dilakukan, pengemudi perlu melakukan antisipasi seperti tidak melewati jalan berlubang dengan kecepatan tinggi.

3 of 3

Saksikan Juga Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓