Karyawan Wuling Motors Hilang di Perairan Pulau Sangiang

Oleh Yandhi Deslatama pada 04 Nov 2019, 21:51 WIB

Diperbarui 04 Nov 2019, 22:16 WIB

Wuling

Liputan6.com, Banten - Salah satu petinggi PT SGMW Motor Indonesia, selaku produsen mobil Wuling di Indonesia, menjadi salah satu penyelam yang hilang di perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (3/11).

"Benar untuk salah satu korban yang hilang adalah karyawan Wuling. Saat ini kami sedang menunggu hasil pencarian dan berharap yang terbaik. Mohon doanya," ujar Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani kepada Liputan6.com.

Karyawan Wuling yang maksud adalah Tan Xue Tao. "Yang hilang itu namanya Tan Xue Tao dari PT Wuling Motor, Tian Yu dari PT China-lndonesia, kemudian Wang Bing Yang dari PT Morowali Industry Aico," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi melalui pesan singkatnya, Senin (4/11/2019).

Edy menjelaskan pencarian oleh personil Polairud Polda Banten di mulai sejak pukul 07.30 wib pagi tadi untuk mendapatkan tiga petinggi perusahaan investasi di Indonesia tersebut. Namun hingga sore ini, belum membuahkan hasil.

"Giat SAR dimulai dengan menggerakkan dua team, masing-masing dengan dua kapal patroli. Kapal 1007 ke seputaran Pulau Sangiyang, dan kapal Polmas 1019 menyisir di pesisir Pantai Anyer," terangnya.

2 of 2

Pencarian Terkendala Cuaca

Pencarian terkendala cuaca yang tidak bersahabat, sehingga sekitar pukul 16.00 WIB, tim SAR Gabungan dari Basarnas, Polairud Polda Banten, PMI hingga TNI AL Banten, memutuskan untuk menghentikan pencarian.

"Situasi cuaca tidak kondusif dan masing-masing team berkumpul kembali ke posko terpadu Merak dan Pelabuhan Paku Anyer, untuk selanjutnya melaksanakan pengecekan anggota dan perlengkapan masing-masing," jelasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa, tujuh WNA Cina melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangiang, pada Minggu 03 November 2019.

Mereka berangkat dari Pantai Mabak sekitar pukul 13.30 wib. Kemudian mereka sampai di perairan Pulau Sangiang sekitar pukul 13.45 wib dan langsung melakukan penyelaman.

Penyelam di bagi dalam dua kelompok, kelompok pertama muncul ke permukaan laut sekitar pukul 14.45 wib. Tim kedua sempat muncul kemudian masuk ke dalam air lagi dan tidak muncul kembali. Dugaan sementara, korban terseret arus bawah laut.

Pencarian pun menggunakan helikopter Basarnas yang sedang melakukan latihan di Pantai Anyer, tiga unit kapal milik TNI AL, yakni KAL Tamposo, KAL Badak, dan KSL Sangiang. Hingga KN SAR Drupada Banten milik Basarnas pun dikerahkan.

Lanjutkan Membaca ↓