Tanda-Tanda Motor Diakali Montir Nakal

Oleh Dian Tami Kosasih pada 21 Okt 2019, 19:04 WIB
Diperbarui 23 Okt 2019, 18:13 WIB
Jelang Lebaran, Bengkel Motor Kebanjiran Pelanggan

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya pengguna sepeda motor, membuat banyak bengkel non resmi berdiri. Beberapa pemilik kendaraan terpaksa beralih ke bengkel non resmi kala motornya tiba-tiba bermasalah.

Sayangnya beberapa bengkel non resmiĀ disusupi oknum montir nakal. Bahkan terkadang pemilik motor tak sadar bila sedang dibohongi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut tanda pemilik motor sedang dikerjai montir nakal seperti dilansir Wahana Honda:

1. Disebut Rusak Parah, Padahal Pengendara Tak Merasa Seperti Itu

Saat motor mulai diservis, montir akan mengecek spare part motor satu per satu. Saat montir mulai menakutā€“nakutimu dengan alasan ada banyak part yang harus segera diganti supaya kondisinya semakin prima.

Curigalah setiap kali servis motor secara berkala, namun selalu banyak spare part yang harus diganti. Bisa jadi Anda sedang dikerjai.

Jika ragu akan hal itu, Anda berhak menolak mengganti part tersebut dan mulai membawa motormu ke bengkel resmi.

2. Tak Ada Penjelasan Rinci Terkait Motor

Sebagai pengendara yang menggunakan motor sehari-hari, pemilik pasti memiliki keluhan saat memperbaikinya di bengkel. Saat memperbaiki hal tersebut, pemilik wajib mendapatkan info atas apa yang sebenarnya terjadi.

Jika si montir tidak terlalu terbuka akan hal ini, Anda wajib waspada. Aktiflah bertanya pada si montir, sehingga bisa memprediksi spare part apa aja yang akan diganti atau diperbaiki.

2 of 2

3. Asal Ganti Part Tanpa Persetujuan

Yang lebih parah, kadang ada montir asal pasang spare part tanpa tanya pemilik kendaraan terlebih dahulu.

Kalau menemukan montir seperti ini, jangan takut untuk bertanya. Jangan sampai tangan-tangan usil membuat Anda harus membayar lebih.

4. Mengerjakan Part yang Tidak Sesuai Dengan Keluhan

Di bengkel non resmi, hal ini sering terjadi. Ada kalanya pemilik ke bengkel karena ingin ganti beberapa part yang kecil seperti kampas rem.

Namun karena kita terbawa rayuan montir, akhirnya Anda harus membayar lebih untuk penggantian spare part yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

5. Merekomendasikan Suku Cadang Tanpa Merek

Kadang saat saat ingin ganti ban dalam, montir menawarkan beberapa merek ban yang tak diketahui. Biasanya montir ini memilih menjual suku cadang yang tak terlalu laku di pasaran.

Lanjutkan Membaca ↓