Meminimalisasi Kecelakaan, Perhatikan Durasi Aman Saat Nyetir Mobil

Oleh Arief Aszhari pada 14 Okt 2019, 15:12 WIB

Diperbarui 14 Okt 2019, 16:15 WIB

6 Kebiasaan Pengemudi Milenial yang Bisa Membahayakan Mobil

Liputan6.com, Jakarta - Saat berkendara menggunakan mobil, terlebih ketika melakukan perjalanan jauh wajib hukumnya memperhatikan durasi menyetir. Pasalnya, jika pengemudi berada dalam titik lelah, tidak hanya otot yang lemas, konsentrasi dan refleks pun jadi berkurang.

Melansir laman resmi Suzuki Indonesia, sebenarnya aturan terkait durasi maksimal mengemudi sudah tertuang dalam UUD pasal 90 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ).

Disebutkan, jika durasi mengemudi maksimal adalah 8 jam sehari untuk para pengemudi, atau bekerja mengemudikan angkutan umum dan barang.

Detailnya, pengemudi diizinkan untuk berkendara selama 4 jam secara berturut-turut, setelah itu diwajibkan untuk beristirahat minimalnya 30 menit.

Serupa dengan di Indonesia, di negara-negara Eropa pun berlaku aturan yang hampir mirip, yakni durasi kerja untuk para pengemudi, baik itu angkutan umum atau barang, maksimal 8 jam.

Dengan catatan, pengemudi wajib beristirahat selama 45 menit setelah berkendara selama 4,5 jam.

Aturan ini tertuang jelas dalam Regulation (EC) No 561/2006 dan masih berlaku hingga saat ini. Jika aturan ini dibantah, ada sanksi tegas bagi pengemudi.

2 of 2

Kenapa ada batasan waktu mengemudi?

Aturan dasar wajib beristirahat setelah berkendara 4 jam merupakan hasil kajian ilmiah yang menyebut jika tubuh manusia butuh waktu untuk memulihkan konsentrasi dan daya refleks, demi menghindar dari resiko kecelakaan karena kelelahan atau gangguan microsleep.

Meskipun hanya berlangsung singkat, sekitar 4 sampai 5 detik saja, microsleep bisa sangat berbahaya. Anda akan kehilangan kontrol, dan memuat oleng.

Jika sudah begini, keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya bisa terancam, apalagi jika mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Di waktu beristirahat, Anda disarankan untuk tidur sejenak. Tapi jika tidak memungkinkan, Anda bisa sedikit bersantai sambil menikmati segelas kopi.

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengingat dehidrasi pun bisa menyebabkan Anda kehilangan konsentrasi.

Lanjutkan Membaca ↓