BMW Ungkap Masalah Terbesar Penggunaan Mobil Listrik

Oleh Liputan6.com pada 05 Okt 2019, 20:00 WIB
PHOTO: Dukung Program Pemerintah, Ini Mobil Listrik BMW Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik merupakan kendaraan yang sedang banyak dikembangkan oleh pabrikan otomotif. Hal ini terkait dengan upaya menciptakan transportasi ramah lingkungan yang efisien dan hemat biaya.

Salah satu perusahaan yang mulai aktif mengembangkan mobil listrik adalah BMW. Pabrikan asal Jerman tersebut sudah memproduksi mobil listrik, salah satunya i3 dan berencana meluncurkan 12 mobil listrik baru hingga tahun 2025.

Namun, transisi penggunaan mobil konvensional menuju mobil listrik bukanlah hal yang mudah. Dilansir Carbuzz, BMW mengungkapkan masalah terbesar dalam mengajak konsumen untuk membeli mobil listrik yaitu kurangnya tempat pengisian daya.

"Sangat simpel,tidak akan ada yang membeli mobil listrik kalau tidak bisa mengisi daya di dekat rumah atau tempat kerja. Itulah mengapa kita harus melanjutkan kerja sama dengan European Union," ucap Stephan Neugebaurer selaku Director of Global Research Cooperation dari BMW.

 

2 of 3

Menambah Tempat Pengisian

Dalam European Union, terdapat anggaran yang termasuk dalam program Horizon Europe sebesar 100 miliar Euro untuk beberapa tahun kedepan. Stephan yakin bahwa sebagian dari anggaran ini perlu digunakan untuk membangun tempat pengisian daya kendaraan listrik di kota-kota Eropa.

Amerika Serikat juga memiliki masalah yang sama seputar kurangnya tempat pengisian daya. Volkswagen sendiri sudah berinvestasi sebesar $2 miliar untuk anak perusahaannya yang bergerak di bidang jaringan pengisian daya listrik yaitu Electrify America. Hal ini dilakukan untuk menambah tempat pengisian daya listrik di Amerika.

Penulis: Khema Aryaputra

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait