Komentar Lady Bikers Jepang Soal Peredaran Helm Shoei Palsu di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2019, 12:04 WIB
Diperbarui 30 Sep 2019, 14:14 WIB
Helm

Liputan6.com, Jakarta - Peredaran barang palsu di Indonesia tergolong masif. Tak terkecuali barang-barang produk otomotif seperti helm.

Bikin malu memang. Indonesia masih saja sering dicap sebagai negeri beredarnya barang palsu dengan memakai brand yang sudah ternama. Kali ini giliran merek helm motor ternama, Shoei. 

Entah masuk dari luar atau sengaja dibuat tiruannya di sini, Shoei palsu sudah dijual di situs-situs jual beli online.

Mendapat soal helm paslu Shoei beredar di Indonesia, lady biker asal negeri matahari terbit marah. Salah satu di antaranya adalah Yuuko Fukushima, biker yang tinggal di Itabashi-ku, Tokyo.

“Kualitas helm Shoei, saya pikir adalah sangat tinggi dibandingkan helm lainnya di dunia. Walaupun (helm palsu) terlihat sama, Shoei dibuat dengan tingkat ketelitian yang sangat ketat, mereka (bikers) harus tahu itu. Di bagian dalamnya dirancang dan dibuat sangat aman dan nyaman, karena helm sepeda motor dibikin tidak hanya sebagai “baju besi” namun juga ia sebagai barang mewah," kata dia kepada otosia.com.

Sebagai bikers Jepang yang bangga memakai helm buatan dalam negeri, Yuuko amat kesal jika helm sangat baik dipalsukan di banyak negara, termasuk Indonesia.

“Saya tidak bisa memaafkan mereka yang memalsukannya,” kata Yuuko.

Yuuki Kitamura, biker asal Kyoto, menyoroti tingkat keselamatan si pemakainya. Memalsukan helm dengan kualitas kenyamanan dan keamanan yang terkenal baik, tekannya, adalah perilaku yang buruk. 

"Tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan pemakainya. Ini sudah pasti. Tentu saja produk palsu akan membuat citra produsen yang asli semakin buruk.  Dan saya pikir orang yang menerima atau membeli helm palsu juga pasti menyesal. Jangan mengorbankan keselamatan Anda. Saran saya, belilah Helm (Shoei) di gerai-gerai resmi,” tekannya.

 

2 of 3

Indonesia Dianggap Negara Pemalsu

Sementara bagi Rie Nishikubo, lady biker asal Nara, Jepang, sudah menganggap Indonesia sebagai negara pemalsu. Ia menyinggung soal aturan ketat terkait tindak pemalsuan semacam ini.

“Saya rasa bukan hanya helm, banyak produk Jepang yang sangat baik juga dipalsukan di banyak negara, termasuk di negara Anda (Indonesia). Alasan untuk tidak membuat produk di Jepang adalah karena biaya tenaga kerja yang tinggi,” tukasnya.

Karena itu, contohnya, helm Shoei ikut dibikin dan dipalsukan di negara lain. “Saya pikir diperlukan aturan yang sangat ketat terhadap peredaran barang palsu dan menindak pelakunya (baik produsen helm palsu dan penjualnya),” kata Rie Nishikubo, yang bersama suaminya mendirikan kafe khusus bikers di Nara, yang diberi nama Moto Diner.

Sebagai informasi kini tidak sedikit helm Shoei dan Arai KW ditawarkan di situs-situs jual beli online. Tentu harganya jauh di bawah yang asli.

Misalnya, Shoei X-14 Marc Marquez Motegi yang aslinya dijual Rp 10,9 juta, versi palsunya dijual hanya kisaran Rp 3-4 juta. Jauh memang. Tapi nyawa jadi taruhan.

Sumber: Otosia.com

3 of 3

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓