Mendengarkan Musik Rock Saat Nyetir Ternyata Berbahaya

Oleh Liputan6.com pada 27 Sep 2019, 04:02 WIB
Diperbarui 27 Sep 2019, 21:14 WIB
Pameran Instrumen Play It Loud

Liputan6.com, Jakarta - Mendengarkan musik saat berkendara merupakan salah satu cara untuk menghindari rasa bosan yang kerap muncul selama perjalanan. Tiap pengendara pastinya memiliki genre lagu kesukaan masing-masing. Namun, untuk yang menyukai musik rock saat berkendara, nampaknya harus lebih berhati-hati.

Dilansir Autoevolution, terdapat sebuah penelitian mengenai pengaruh musik yang diputar di mobil terhadap gaya berkendara. Penelitan tersebut dilakukan di South China University of Technology dan Guangdong University of Technology dan dipublikasikan pada International Journal of Enviromental Research and Public Health.

Penelitian ini melibatkan sejumlah sukarelawan dengan kepribadian beragam yang diminta untuk melakukan uji coba pada simulator berkendara. Sembari berkendara, pengemudi diminta untuk mendengarkan musik dengan beragam genre.

Dari percobaan tersebut ditemukan bahwa pengemudi yang mendengarkan musik dengan tempo cepat seperti lagu rock cenderung berkendara dengan kecepatan tinggi dan sembrono. Hal tersebut berbanding terbalik dengan pengendara yang mendengarkan musik bertempo rendah dan yang tidak mendengarkan musik.

 

2 of 3

Lebih Cepat

Pengendara yang mendengarkan musik bertempo tinggi berkendara 16 km/jam lebih cepat dibanding yang tidak dan berpindah jalur sebanyak 140 kali dalam satu jam. Sementara, pengendara yang mendengarkan musik bertempo rendah dan tidak mendengarkan musik hanya berpindah jalur sebanyak 70 kali dalam waktu yang sama.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pihak peneliti menyebutkan perlunya edukasi pada pengemudi untuk tidak mendengarkan lagu dengan tempo di atas 120 bpm.

Penulis: Khema Aryaputra

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓