Dua Tahun Ekspor, Berapa Kandungan Lokal Wuling Almaz Berlogo Chevrolet?

Oleh Arief Aszhari pada 26 Sep 2019, 13:02 WIB
Diperbarui 26 Sep 2019, 13:02 WIB
Chevrolet Captiva Buatan Wuling Indonesia Resmi Berlayar ke 3 Negara
Perbesar
Chevrolet Captiva buatan Wuling Indonesia resmi berlayar ke 3 negara (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak kehadirannya di pasar otomotif nasional pada 11 Juli 2017, PT SGMW Motors Indonesia (Wuling Motors) terus melakukan produksi berbagai kendaraannya. Pabrikan asal Cina ini, sudah menghadirkan empat model andalan, yaitu Wuling Confero, Cortez, Formo, dan juga Wuling Almaz.

Bahkan, untuk model yang disebutkan terakhir sudah resmi diekspor menggunakan label Chavrolet Captiva ke tiga negara, yaitu Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji. Selain itu, model ini diklaim sudah menggunakan komponen lokal lebih dari 40 persen, sehingga memang sudah layak menjadi produk ekspor dari Tanah Air.

"Soal komponen lokal, kita selalu berusaha untuk mendapatkan itu. Bahkan, sudah ada belasan supplier part yang diproduksi langsung di pabrik ini, dan kita juga menggunakan supplier lokal sekitar 30 perusahaan," jelas Xu Feiyun, President Director Wuling Motors, di sela-sela ceremony ekspor perdana Wuling Almaz bermerek Chevrolet Captiva, di Cikarang, Jawa Barat.

Lanjutnya, memang di dalam pabrik Wuling seluas 60 hektar ini, sudah didukung dengan empat fasilitas produksi pemasok komponen, yang langsung berhubungan dalam satu wilayah.

"Untuk bisa diekspor, kita sudah mencapai kandungan lokal 40 persen lebih. Detailnya, Confero 55 persen, Cortez 47 persen, dan Almaz 43,5 persen," tegasnya.

Namun, Wuling sendiri belum memberikan detail terkait komponen lokal apa saja yang sudah digunakan, dan komponen apa saja yang masih diimpor.

"Ke depannya, kita berharap akan terus meningkatkan komponen lokal," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Chevrolet Captiva Bikinan Wuling Tidak Dijual di Indonesia

Ekspor perdana salah satu sport utility vehicle (SUV) andalan PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), Almaz sudah dilakukan. Mobil asal Cina yang dibuat di Cikarang, Jawa Barat ini bakal dipasarkan di tiga negara, yaitu Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji menggunakan nama Chevrolet Captiva.

Dijelaskan Xu Feiyun, President Director Wuling Motors, meskipun ekspor ini bekerja sama dengan salah satu aliansinya, yaitu General Motors (GM), namun Chevrolet Captiva buatan Wuling tidak akan dijual di pasar Indonesia.

"GM Indonesia dan SGMW dua perusahaan yang berbeda, walaupun keduanya sahamnya dimiliki oleh GM. Tapi, pegangan bisnis keduanya berbeda," jelas Xu Feiyun di sela-sela ceremony ekspor perdana Wuling Almaz bermerek Chevrolet Captiva, Rabu (25/9/2019).

Lanjutnya, untuk model Wuling Almaz di Indonesia, bakal terus dipasarkan di Indonesia dengan menggunakan nama tersebut. "Jadi, tidak akan ada bentuk Chevrolet Captiva yang bekerja sama dengan GM yang dijual di Indonesia," tegasnya.

Sebagai informasi, Wuling Almaz ini diekspor ke tiga negara Asia Tenggara dan Oseania ini dalam bentuk CBU, sebanyak 2.500 unit sampai 2.600 unit hingga akhir tahun.

Lanjutkan Membaca ↓