Aston Martin DBX Meluncur Desember, Intip Spesifikasi Mesinnya

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2019, 18:35 WIB
Aston Martin DBX

Liputan6.com, Jakarta - Aston Martin merupakan pabrikan mobil yang tersohor dengan produk sportscar mewah. Namun di tahun ini, tepatnya pada bulan Desember mendatang, perusahaan ini akan merilis model SUV pertamanya yang diberi nama DBX. Mobil tersebut saat ini sedang berada dalam tahap terakhir uji coba.

Dilansir Motor1.com, DBX akan dipersenjatai dengan mesin 4.0 liter AMG V8 twin turbo yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 542 Tk dengan torsi 700 Nm.

Mesin yang ada pada DBX disinyalir merupakan V8 paling bertenaga di antara seri Aston Martin sekarang. Selain itu mobil ini memiliki ukuran yang paling besar dibandingkan seri lainnya.

Aston Martin mengatakan bahwa DBX memiliki kecepatan puncak hingga 290km/jam. Dalam uji coba di lintasan Nurburgring, Jerman, mobil ini mampu menyelesaikan satu lap dalam waktu delapan menit.

"Kita berkonsentrasi untuk memastikan kalibrasi dan pengaturan dari mesin 4.0 liter twin turbo V8 dapat memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari yang diinginkan pemilik SUV, ucap Matt Becker, Chief Engineer dari Aston Martin.

"Namun, kamu juga menyesuaikan hal tersebut dengan pengalaman berkendara dinamis yang menjadi ciri Aston Martin. Saat ini, indikator awal menunjukkan kinerja mobil ini sangat menjanjikan," pungkasnya.

Penulis: Khema Aryaputra

2 of 3

Aston Martin DBX Berpotensi Diperebutkan Wanita

Tidak sedikit kaum hawa menggandrungi mobil berpostur besar seperti SUV. Inipun terjadi secara global, bukan hanya di negara tertentu. 

Simon Sproule, Head of Marketing Aston Martin Global mengatakan, ada banyak alasan mengapa wanita lebih suka SUV.

 
 

"Mereka bisa mendapatkan rasa aman, terlindungi, dan memiliki visibilitas yang baik. Mobil jenis ini, memiliki banyak elemen yang berkorelasi kuat dengan apa yang diinginkan wanita. Betul, mobil tinggi semacam ini juga jelas menarik bagi kaum adam. Tetapi ada hubungan yang lebih erat lagi, dengan apa yang wanita butuhkan," katanya.

"Kami rasa, titik awal perubahan pangsa pasarnya secara global, adalah saat transformasinya menjadi crossover. Desain ini berhasil memperhalus image SUV (khususnya ladder frame) dari mobil pekerja, menjadi mobil yang fashionable bersasis monokok. Sehingga, rasa berkendaranya tetap seperti mobil sedan," tambahnya.

Ada benarnya apa yang dikatakan Sproule. Di Indonesia, fenomena ini kami rasa juga terjadi. Sacara kasat mata sering kali terlihat mobil semacam Honda HR-V, VW Tiguan, dan sejenisnya dikendarai oleh wanita muda maupun paruh baya.

Maskulinitas SUV justru jadi hal menarik. Belum lagi spesifikasi yang menunjang kebutuhan sehari-hari. Misalnya ground clearance tinggi, serta ruang akomodasi yang luas. Membuat kaum hawa lebih percaya diri menggunakannya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by