Mengenal Lebih Dekat Fitur Toyota Safety Sense pada Corolla Hybrid Altis

Oleh Liputan6.com pada 16 Sep 2019, 09:00 WIB
All new Toyota Corolla Altis hybrid (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Fitur keselamatan pada mobil kini tak sebatas airbags dan ABS saja. Kini tiap pabrikan memiliki teknologi andalan masing-masing, misalkan saja Corolla Altis Hybrid dengan Safety Sense 2, yang diklaim pertama kalinya diaplikasikan untuk model Toyota di Tanah Air.

Intinya, sebuah paket yang berisikan ragam fitur keselamatan untuk memberikan perlindungan lebih optimal. Apa saja isinya?

Pre-Collision System (PCS)

Fitur ini mengandalkan sensor radar dan kamera yang dipasang di depan. Gunanya mendeteksi keberadaan kendaraan di depan. Saat sistem melihat adanya kemungkingan terjadi tabrakan, PCS langsung memperingatkan pengemudi agar segera melakukan manuver untuk menghindar. Bila peringatan itu tak cukup atau pengemudi tidak sempat mengelakkan mobil, sistem langsung mengintervensi dengan melakukan pengereman secara otomatis.

Dynamic Radar Cruise Control (DRCC)

Biasa juga dikenal Adaptive Cruise Control (ACC), fitur ini membantu mengurangi cepat datangnya rasa lelah saat mengemudi. Soalnya, pengemudi bisa melepaskan pedal akselerasi maupun rem, saat melaju di jalur bebas hambatan. Seperti cruise control pada umumnya, tapi lebih canggih karena dapat menjaga jarak aman dengan mobil lain pada kecepatan di atas 50 km/jam.

Artinya, fitur pada Toyota Corolla Altis ini turut mengontrol pengereman untuk mempertahankan laju, sehingga tidak bergerak liar dan menabrak. Sistem memanfaatkan kamera di depan untuk memperhitungkan jarak kendaraan di depan. Bila ada mobil lain memotong jalur, ia pun secara otomatis mengantisipasinya.

 

2 of 3

Lane Departure Alert (LDA)

Sistem ini dipadukan Steering Assist, yang dikatakan Toyota cocok untuk mencegah potensi kecelakaan akibat tertidur pulas tiba-tiba dalam beberapa detik. Ia masih mengandalkan sensor kamera yang membaca marka jalan baik putih maupun kuning. Bila mobil mengalami pergerakan tak wajar, seperti keluar jalur, sistem mengaktifkan peringatan ke pengemudi. Bila tanda ini tak diindahkan maka LDA langsung mengoreksi mobil ke arah yang benar.

Ia pun bisa dipadukan dengan DRCC untuk menjaga pengemudi dari risiko kelelahan akibat perjalanan jauh atau lama. Namun, perlu diperhatikan fitur ini tak berarti mengizinkan tangan dilepaskan dari kemudi. Tetap perlu ada pengawasan dari pengguna.

Automatic High Beam (AHB)

Tetap memakai sensor kamera, AHB mendeteksi mobil yang datang dari arah berlawanan. Sangat beguna di malam hari, terutama ketika pengemudi menggunakan penerangan jauh (high beam). Saat sistem mendapati adanya mobil lain, secara otomatis ia mengalihkan posisi lampu utama dari jauh (high beam) ke dekat (low beam). Sederhana fungsinya, tapi sangat penting karena mencegah pengemudi lain menjadi silau terkena sinar penerangan jauh. Tujuan utamanya tak lain untuk menghindari terjadinya kecelakaan. 

Sumber: Oto.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓