Ada Sirkuit Baru Bertaraf Nasional di Bekasi

Oleh Dian Tami Kosasih pada 13 Sep 2019, 14:02 WIB
Diperbarui 13 Sep 2019, 14:23 WIB
PT Reka Kreasi Indonesia membangun sirkuit bernama Reka Vida di Bumi Pala, Bekasi, Jawa Barat

Liputan6.com, Bekasi - Banyaknya pecinta otomotif dan balap di wilayah Jabodetabek mendorong PT Reka Kreasi Indonesia untuk membangun sirkuit bernama Reka Vida di Bumi Pala, Bekasi, Jawa Barat.

Bobby Hardy selaku CEO Sirkuit Reka Vida mengaku siap membangun sirkuit dengan lahan seluas 4 hektar, beserta komponen pendukung agar pecinta otomotif memiliki ruang untuk menyalurkan hobinya.

"Kita ada empat hektar yang bisa digunakan. Kita langsung memetakan standar sirkuit sesuai standar IMI (Ikatan Motor Indonesia)," kata Bobby di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2019).

Guna menarik perhatian, sirkuit bertaraf nasional tersebut telah menyelenggarakan ajang balap bernama Rekaprix Championship 2019 sejak 31 Agustus hingga 1 September lalu.

"Persiapan untuk acara ini dadakan sekali. Untuk awal ini kami menyiapkan lintasan balap dengan investasi Rp300 juta, dengan total hadiah Rp98 juta. Ada 22 kelas dalam ajang balap Rekaprix Championship 2019," ujar Bobby.

Bobby juga mengungkapkan sirkuit Reka Vida akan kembali mengalami pembangunan tahun depan yang meliputi paddock, tribun penonton dan area balap.

2 of 2

Sirkuit Reka Vida Perlu Mendapat Dukungan

Hadirnya lahan untuk pecinta otomotif ini diharapkan mampu memberikan dampak positif untuk industri balap Tanah Air.

"Kami juga berharap pembalap Indonesia bisa berlaga di MotoGP. Karena itu kami berikan dukungan dengan menyiapkan lahan untuk mereka bertanding dan berlaga," tutur Bobby.

Selain itu, Komarudin selaku Korwil IMI Kota Bekasi mengaku saat ini sulit mendapatkan sirkuit yang berada di area Jabodetabek.

Karena itu, hadirnya sirkuit Reka Vida untuk mendukung pecinta otomotif di wilayah Jabodetabek perlu mendapat dukungan.

"Di wilayah Jabotabek sangat sulit mendapatkan lahan untuk kegiatan otomotif, karena itu hadirnya sirkuit sebagai dukungan harus disambut dengan baik," tutur Komarudin.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by