Lebih Dekat dengan Keluarga Honda CBR di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 27 Agu 2019, 10:02 WIB
Diperbarui 27 Agu 2019, 11:12 WIB
CBR Honda Modifikasi

Liputan6.com, Jakarta - Honda CBR merupakan model mobil sport full fairing Honda. CBR sendiri memiliki beberapa line-up yang terbagi berdasarkan kapasitas mesin, sehingga mewakili beragam segmentasi.

Mulai dari entry level hingga kelas big bike. Ini dia empat pilihan Honda CBR di Indonesia yang ditawarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai pemegang merek.

CBR150R

Kalau Anda seorang pemula, bisa lirik dulu Honda CBR150R. Selain bobotnya ringan, iapun dibanderol paling ekonomis di antara yang lain. AHM melegonya mulai dari Rp 34,263 juta sampai 39,163 juta OTR Jakarta. Rentang harga itu memisahkan varian standar, kelir dan grafis khusus serta penyisipan teknologi ABS.

Soal performa, lumayan impresif saat mengintip catatan di atas kertas. Rangka diamondnya mengurung mesin 149,16cc DOHC satu silinder, lantas menghasilkan daya 16,86Tk/9.000rpm dan torsi 13,7Nm/7.000rpm. Namun saat melirik kompetitor sekelas, output itu kalah telak. Untungnya konsumsi bahan bakar yang diklaim mereka tergolong irit. Satu liter bensin, dikatakan sanggup mendorong motor hingga 39,72km.

Elemen pendukung pengendalian belum maksimal. Honda masih memasang fork teleskopik standar di depan. Sementara di belakang, sudah menggunakan monoshock Pro-Link. Keduanya bisa disetel sesuai kebutuhan. Dua topangan itu dirangkum dengan konstruksi diamond teralis. Alhasil, masih relevan digunakan dalam kota berkat kelenturannya.

Tepat di bawah itu semua, CBR150R memakai pelek 17 inci dengan profil ban 100/80 (depan) dan 130/70 (belakang). Plus, dua cakram sudah tersemat, berikut sensor ABS-nya (Rp 38,263 juta – Rp 39,163 juta).

Sajian fitur yang dimiliki oleh Honda CBR ini juga lumayan lengkap. Yang paling baru adalah sensor ESS (Emergency Stop Signal), yang bakal menyalakan hazard saat ngerem mendadak. Berikutnya, ada panel instrumen full digital nan informatif. Ditambah lagi dengan bubuhan LED di seluruh mika lampu.

 

2 of 4

CBR250RR

ICE Day 2018
Balapan motor CBR Kelas 250 cc di ICE Day 2018 (© Otosia.com/Bambang E. Ros).

Naik kelas dari versi 150cc, Anda bisa berhadapan langsung dengan Honda CBR250RR. Untuk yang bertanya kemana si versi satu silinder, AHM sudah berhenti mendistribusikan motor itu karena kurang menggugah selera pasar. Ya, varian dua silinder jauh lebih atraktif, dan bisa menjembatani skill mengendara menuju kelas big bike. Honda menjualnya mulai dari Rp 59,955 juta sampai 71,848 juta OTR Jakarta.

Rangka teralis tetap digunakan seperti adiknya, hanya saja memiliki dimensi lebih besar, serta suspensi lebih mumpuni. Garpu upside down di depan siap memberikan pengendalian akurat. Dikawinkan dengan suspensi belakang tunggal, yang juga bisa diseting dalam lima setelan.

Kurungan tadi menggendong mesin dua silinder 249,7cc 8-katup. Dengan ukuran diameter per silinder 62mm, panjang langkah 41,4mm, serta rasio kompresi 11,5:1. Hasil produksi tenaga mesin mencapai 38,1HP di 12.500rpm dan torsi 23,3Nm pada 11.000rpm. Sangat mencirikan karakter overbore yang menggila di putaran tinggi. Belum berhenti di situ, sistem throttle-by-wire diadopsi, membuatnya bisa memberikan power lebih akurat. Teman sekelasnya belum memiliki sistem canggih ini.

Hadirnya sistem buka tutup gas dengan sensor, membuatnya sanggup menyajikan mode mengendara. Total terbagi jadi tiga; Comfort, Sport dan Sport+. Sebuah nilai plus lagi yang absen di kompetitor. Selain itu, panel instrumen tentunya sudah sepenuhnya digital dan juga infomatif. Lantas fasilitas penahan lajunya? Tak perlu diragukan lagi. Dua cakram besar siap menyetop motor, juga mencegah ban terkunci dengan sistem ABS. Sayang, tidak semua tipe memiliki peranti keamanan itu. Anda baru bisa mendapatkannya jika membayar Rp 71,248 juta.

 

3 of 4

CBR500R

Honda CBR 500R
Honda CBR 500R (Amal/Liputan6.com)

Mulai merasa profesional dan kurang puas melahap Sirkuit Sentul? Coba temui diler Honda yang menjual Big Bike. Sebuah Honda CBR500R mungkin bisa menjawab hasrat kebut-kebutan Anda. Tapi jangan lupa, siapkan juga uang Rp 155 juta untuk menebusnya. Setelah itu, baru bisa menguras habis kemampuan lajunya.

Biarpun statusnya moge entry level, pasti tetap tertarik dengan bekalan mesin paralel twin 471cc DOHC. Ia bisa menyokong output sebesar 49Tk/8.500rpm serta torsi 44,6Nm/6.500rpm. Tenaga yang cukup untuk memberikan G-Force saat melepas kopling sembari menarik gas tajam. Uniknya, racikan diameter dan langkah silinder tidak begitu overbore (67x66,8mm). Makanya, agresivitas mestinya bisa dirasakan hampir pada seluruh putaran alias merata. Sistem slipper clutch pun sudah tertanam. Saat melakukan downshift di rpm tinggi, tak perlu khawatir ban ikutan selip.

Sayangnya, Honda belum memasang suspensi upside down di depan. Fork teleskopik Showa masih bertengger di depan, namun diameternya besar, 41mm. Single shock dengan merek yang sama juga terpasang di belakang. Keduanya tentu bisa disetel sesuai keinginan. Lantas sektor pengereman, cakram besar siap disiksa untuk menghentikan motor. Di depan berukuran 320mm (Kaliper dua piston) dan belakang 240mm (Kaliper satu piston). Sensor ABS juga sudah terkoneksi di dua roda.

CBR1000RR

Nah, inilah raja terakhir di kelas CBR. Sudah pasti keren dan mengerikan. Berbagai perangkat canggih dipasang dan membuatnya buas. Namun tentu harus ada yang dibayar. Berkali lipat dari versi 500cc, Anda diwajibkan tebus Honda CBR1000RR dengan uang Rp 699 juta. Apa saja yang didapat?

Selain deruman suara intimidatif, performanya cukup ekstrem. Jantung pacu empat silinder 1.000cc 16-valve DOHC, berhasil mencatat output 189Tk/13.000rpm dan torsi 116Nm/11.000rpm. Dorongan tenaga yang tidak main-main serta mewajibkan skill profesional menjinakkannya. Semua ini berkat racikan silinder overbore dan rasio kompresi yang sangat padat, 13:1.

Yang membuatnya paling berbeda, sistem suplai bensinnya bertitel PGM-DFSI. Artinya, setiap silinder dijejali dua injektor untuk menyemprot bahan bakar. Nantinya seluruh tenaga itu disalurkan oleh transmisi 6-speed bertenologi quick shifter.

Mengenai konstruksi, model rangka steel diamond diandalkan. Dengan campuran bahan aluminium pula. Belum lagi, upside-down dan monoshock Ohlins menopang bagian depan dan belakang. Semuanya bisa diatur, baik kompresi, rebound, dan preload. Lantas pengereman? Sudahlah, tarik saja gasnya. Dua cakram berkaliper brembo (depan) dan satu di belakang sudah cukup untuk menahan tenaga motor

Sumber: Oto.com

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by