Menepis Stigma Otomasi Ancam Posisi SDM

Oleh Liputan6.com pada 16 Agu 2019, 17:04 WIB
Pengoperasian pabrik Federal Oil menggunakan robot.

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki revolusi industri 4.0, berbagai industri tak terkecuali otomotif, dituntut lebih efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah melalui penggunaan teknologi robot dalam proses produksi.   

Hal ini menimbulkan perdebatan, apakah teknologi robot akan menggantikan sumber daya manusia (SDM)?

Menanggapi hal tersebut, produsen robot kolaboratif, Universal Robots (UR) menjelaskan bahwa sistem otomasi dan SDM bisa berjalan beriringan.

"Di Indonesia, salah satu klien kami membeli dua robot kolaboratif untuk satu production line, tapi nyatanya mereka tetap menggunakan jumlah SDM yang sama, tidak ada pengurangan. Hasilnya, mereka meningkatkan produksi sebesar 30 persen," ucap General Manager UR, Sakari Kuikka di sela diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0 di Jakarta, Kamis (15/8).

Universal Robots merupakan perusahan alat otomasi dengan fokus pada robot kolaboratif, yang menekankan kolaborasi SDM dengan alat otomasi.

Hal ini diwujudkan melalui kemudahan pengoperasian yang ditawarkan, bahkan pada SDM tanpa skill programming. Robot kolaboratif diklaim hanya membutuhkan waktu empat hari untuk dapat dikuasai dengan sempurna.

 

2 of 3

Penetrasi

Saat ini Universal Robots sedang berusaha melakukan penetrasi produk pada industri otomotif Indonesia.

Salah satunya melalui presentasi dihadapan perwakilan berbagai produsen otomotif yang turut hadir dalam diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0 yang diadakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Indonesia.

Penulis: Khema Aryaputra

3 of 3

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓