Thailand Akan Produksi Mitsubishi Outlander PHEV

Oleh Liputan6.com pada 05 Agu 2019, 07:02 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV

Liputan6.com, Bangkok - Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang mulai menjual Mitsubishi Outlander PHEV. Namun, produksinya akan dilakukan di Thailand.

Ya, Negeri Gajah Putih kedapatan tugas untuk menelurkan Outlander PHEV. Ini membuka tabir baru, produksi mobil ramah lingkungan pertama Mitsubishi di luar Jepang.

Dilansir dari pewartaan Asia.Nikkei, Mitsubishi Motors Corporation mengumumkan rencana produksi PHEV di Thailand pada Rabu (31/7). Pengumuman dilakukan langsung oleh Chairman MMC, Osamu Masuko. Ia menyatakan, MMC berinvestasi sekitar 10 miliar Yen untuk menyiapkan alat produksi pada pabrik di Laem Chabang, Thailand. Pabrik itulah yang memproduksi Outlander PHEV.

Kendaraan listrik dan plug-in hybrid, mulai meramaikan pasar Asia Tenggara. Mitsubishi melakukan tes pasar dengan produk PHEV. Langkah awal, menjual Mitsubishi Outlander PHEV di Indonesia dan rencana produksi di Thailand. Karena dibanding mobil listrik murni, PHEV dinilai lebih sederhana.

Alasannya, PHEV belum membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum). Selain itu, kapasitas baterai dan daya jelajah, juga jadi pertimbangan. Makanya dinilai PHEV lebih mudah diterima ketimbang langsung mobil listrik sepenuhnya.

 

 

2 of 3

Kecuali Baterai

Produksi Outlander PHEV, sepenuhnya ditangani pabrik Laem Chabang. Kecuali untuk baterai dan sejumlah komponen utama lain. Pabrik di Jepang masih dipercaya menyuplai baterai. Ya, sebelumnya cuma pabrik di Jepang yang menghasilkan Outlander PHEV, meski sebagian besar untuk diekspor.

Outlander PHEV pertama lahir 2013. Produksi tahun lalu di Jepang, sekitar 54 ribu unit di pabrik Aichi Prefecture. Diklaim 90 persen dari produksi diekspor ke Eropa dan sejumlah negara lain. Sedang Indonesia, jadi yang pertama di Asean untuk menjual Outlander PHEV versi paling baru. Unit yang dijual di sini, buatan Jepang.

Mitsubishi Laem Chabang punya kapasitas 420.000 unit per tahun. Berkat itu, menjadikannya salah satu pabrik terbesar dari manufaktur berlogo tiga berlian itu. Kalau dihitung, sudah lebih 4 juta kendaraan Mitsubishi diekspor keluar Thailand. Menariknya lagi, MMC tak cuma berinvestasi pada elektrifikasi. Dana sebesar 25 miliar Yen dikucurkan untuk peningkatan fasilitas pabrik, termasuk otomatisasi.

Tentang elektrifikasi Thailand, mirip dengan Indonesia. Pemerintah Thailand tengah menyiapkan insentif pajak untuk mendorong produksi lokal mobil listrik dan PHEV. Sejak akhir 2018, pemerintah meminta para manufaktur untuk mengirimkan proposal pengajuan terkait produksi mobil listrik. Toyota dan Honda, jadi beberapa kandidat yang mempertimbangkan produksi mobil listrik di Thailand.

Sumber: Oto.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓