Suzuki Katana Sudah Punya Peminat, Unit Dikirim Awal Tahun Depan

Oleh Septian Pamungkas pada 26 Jul 2019, 11:06 WIB
Diperbarui 26 Jul 2019, 11:37 WIB
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memboyong Suzuki Katana di Pekan Raya Jakarta (PRJ)

Liputan6.com, Tangerang - Suzuki Katana yang sempat dipamerkan di Jakarta Fair Kemayoran 2019, kembali tampil di GIIAS 2019. Motor gede (moge) dengan nilai historis tinggi ini tampil serba hitam.

Yohan Yahya, Department Head of Sales Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebut, harga Suzuki Katana mencapai Rp 500 jutaan. Meski tergolong mahal, motor ini ternyata sudah ada peminatnya.

"Sudah ada yang pesan 10 orangan. Unitnya baru dikirim awal tahun nanti," ujarnya di GIIAS 2019.

Suzuki Katana merupakan motor yang lahir pada tahun 1980-an dan sempat menjadi tren di eranya.

Dengan lahirnya kembali motor legendaris ini, diharapkan bisa mengobati kerinduan para pecinta otomotif. Karena itu, motor ini juga memiliki nuansa retro untuk desainnya.

"Katama mengundang memori orang, kalau dilihat modelnya mengingatkan kembali ke masa waktu Katana lagi eksis, di samping mesinnya 1.000cc. Tapi kalau dilihat dari beberapa (konsumen) yang saya lihat usianya di atas 40an," kata Yohan.

 

2 dari 2 halaman

Siapkan Bengkel Khusus

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, sebagai produk big bike tentu harus ada penanganan khusus. Oleh karenanya, peraawatan motor ini tidak bisa dilakukan di semua bengkel resmi Suzuki.

"Kami enggak kerja sendiri karena kami belum punya pengalaman menangani moge. Kami akan siapkan bengkel khusus tapi masih di bawah bengkel resmi Suzuki yang kami tunjuk untuk melayani motor ini. Semua di wilayah Jakarta,"

Sekadar informasi, Suzuki Katana hadir dalam tiga pilihan warna, di antaranya hitam, silver, dan merah.

Untuk dapur pacu, Katana disematkan mesin 999 cc 4 silinder, yang juga digunakan pada GSX -R1000 K5. Tenaga yang mampu dihasilkan mencapai 150 Tk pada 10.000 rpm dan torsi puncak 108 Nm pada 9.500 rpm.

Bicara GIIAS 2019, Suzuki mematok target penjualan hingga ratusan unit sepeda motor. "Targetnya 200 unit. Kami perkirakan yang memberikan kontribusi besar adalah GSX dan Nex," tutup Yohan.

Lanjutkan Membaca ↓