Mitsubishi Outlander PHEV Dilarang Parkir Terjemur Matahari, Ini Sebabnya

Oleh Dian Tami Kosasih pada 26 Jul 2019, 15:02 WIB
Diperbarui 26 Jul 2019, 15:17 WIB
Kenapa Mitsubishi Outlander PHEV Tidak Dijual di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di BSD, Tangerang, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi meluncurkan Mitsubishi Outlander PHEV.

Memiliki dua pilihan warna yakni Ruby Black dan Silky White, harga yang ditawarkan mencapai Rp1,289 miliar dengan status on the road Jakarta.

Seperti namanya, Outlander PHEV merupakan kendaraan Plug-in Hybrid EV. Yang artinya, mengombinasikan mesin konvensional dan motor elektrik. Mode berkendara electric only menawarkan kecepatan puncak 135 km/jam.

Terdapat baterai pada mobil membuat Boediarto selaku Head of Technical Service & CS Support Department PT MMKSI menegaskan pemilik kendaraan untuk mencari parkir yang terhindar dari panasnya matahari.

"Mungkin karena di mobil ini (Mitsubishi Outlander PHEV) ada baterai, enggak boleh dijemur di matahari langsung. Di PHEV ini baterai terletak di bawah, tapi akan lebih baik kalau parkirnya tidak di bawah matahari langsung," ujarnya.

2 of 3

Umur Baterai

Boediarto menjelaskan, panasnya matahari membuat temperatur di dalam mobil sangat tinggi. Hal itu bisa saja menurunkan kualitas baterai.

"Daya tahan baterai informasi dari principal itu bisa sampai 10 tahun. Tapi, namanya baterai tidak mungkin 10 tahun dalam kondisi stabil terus kesehatannya. Pasti menurun. Tapi masih dapat digunakan oleh kendaraan untuk sampai 10 tahun. Itu terkait juga dengan cara pakai, temperatur dan segala macam," ujarnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓