Order Mitsubishi Outlander PHEV Langsung Mengular

Oleh Dian Tami Kosasih pada 25 Jul 2019, 19:23 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 20:17 WIB
Kenapa Mitsubishi Outlander PHEV Tidak Dijual di Indonesia?

Liputan6.com, Tangerang - Minat masyarakat terhadap Mitsubishi Outlander PHEV tergolong positif. Hal itu bisa dilihat dari orderan yang diterima Mitsubishi. Sejauh ini Outlander PHEV sudah terpesan 40 unit.

"Diluar GIIAS, itu sudah ada 40 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) untuk Outlander PHEV," kata Aditya Wardani, Head of PR & CSR Department PT MMKSI di ICE, BSD, Tanggerang Selatan.

Selain itu, Aditya menegaskan pihaknya saat ini tengah melakukan sosialisasi terkait kendaraan ramah lingkungan yang dibanderol dengan harga Rp1,289 miliar berstatus on the road Jakarta.

"Memang ini waktunya Mitsubishi Motor mensosialisasikan karena merupakan unit baru jadi belum terlalu banyak yang aware jadi belum ada SPK di GIIAS untuk Outlander PHEV," ujar Aditya.

 

2 dari 2 halaman

Garansi 3 Tahun

Boediarto selaku Head of Technical Service & CS Support Department PT MMKSI, mengatakan, "Seperti mobil Misubishi lainnya, Outlander PHEV memiliki garansi selama 3 tahun atau 100.000 km. Garansi tersebut termasuk baterainya."

Umur pakai baterainya sendiri bisa mencapai 10 tahun dalam kondisi pemakaian normal. "Sama seperti smartphone, jika pengecasan kurang apik, maka umur baterai bisa berkurang," ungkap Boediarto kepada wartawan di BSD, Tangerang.

Mengenai ketersediaan baterai, Boediarto mengaku menyiapkan baterai di gudang spare part. Sehingga, konsumen yang suatu saat butuh mengganti baterai, maka tak perlu menunggu baterai diimpor terlebih dahulu.

Tak bisa dipungkiri salah satu komponen yang mahal di mobil listrik atau hybrid adalah baterai. Menurut Boediarto, harga baterai Outlander PHEV berkisar di Rp200 jutaan.

Lanjutkan Membaca ↓