Regulasi Terbit, Harga Mitsubishi Outlander PHEV Bisa Lebih Murah?

Oleh Arief Aszhari pada 15 Jul 2019, 12:09 WIB
Diperbarui 16 Jul 2019, 20:14 WIB
Kenapa Mitsubishi Outlander PHEV Tidak Dijual di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mulai memasuki segmen kendaraan ramah lingkungan di pasar otomotif nasional. Hal tersebut, dibuktikan dengan diperkenalkannya Outlander PHEV yang bakal resmi meluncur dan dijual di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Namun, mobil berteknologi canggih dari pabrikan berlambang tiga berlian ini masih dibanderol cukup mahal, dengan estimasi dari Rp1,2 sampai Rp 1,3 miliar.

"Ya, estimasi harga Outlander PHEV sebesar Rp1,3 miliar ini sudah memasukan tarif seperti luxury tax, import duty, dan PPnBM. Memang, komponen tersebut menjadi kontribusi besar terhadap cost dan pricing," jelas Director of Sales & Marketing Division MMKSI, Irwan Kuncoro, saat ditemui di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Lanjutnya, memang terkait pajak yang masih cukup tinggi, pemerintah tengah berencana untuk memberikan insentif. Namun, regulasi terkait mobil listrik atau low carbon emission vehicle (LCEV), di dalamnya termasuk penurunan pajak mobil rendah emisi ini belum juga disahkan.

"Ke depannya, memang katanya pemerintah merencanakan memberikan insentif. Dan saat ini, harga tersebut masih menggunakan tarif yang berlaku sekarang," tegasnya.

2 of 2

Tidak berharap penjualan

Sementara itu, mengingat harganya yang bakal cukup mahal, pabrikan asal Jepang ini memang tidak berharap dari penjualan.

Paling penting, bagaimana Mitsubishi memulai menjual mobil ramah lingkungan, dan membangun lingkungannya.

"Ini bukan produk untuk mass volume, jadi lebih bagaimana Mitsubishi berinisiatif memulai new energy vehicle terlebih dahulu dibanding merek lain," pungkasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓