Fitur Honda X-ADV yang Anti Mainstream

Oleh Liputan6.com pada 07 Jun 2019, 17:13 WIB
Honda X-ADV

Liputan6.com, Jakarta - Harga Honda X-ADV lebih mahal dari Toyota Kijang Innova, banderolnya paling murah Rp 435 juta bahkan ada yang Rp 450 juta. Tentunya dengan harga itu ia dibenamkan beragam fitur canggih, bahkan beberapa di antaranya tak dimiliki oleh motor sekelasnya. Apa sajakah itu?

Fitur Honda X-ADV pertama; HSTC (Honda Selectable Torque Control). Sebenarnya ini mirip seperti Traction Control (TA), tapi bisa dimatikan dan diatur dengan tiga tingkatan. Tujuannya untuk memastikan motor terhindar dari selip. Sangat berguna melewati jalan licin atau pengendara tak sengaja menarik gas penuh.

Dengan memanfaatkan sensor yang tergabung dalam komponen ABS, perangkat ini membaca kecepatan ban belakang dan depan. Bila putaran roda di buritan lebih cepat dari depan, langsung dibaca sebagai selip.

Secara otomatis HSTC mengurangi distribusi bahan bakar ke ruang silinder, sehingga keluaran tenaga dan torsi tereduksi. Putaran kedua karet bundar pun kembali sinkron.

Saat mesin dinyalakan pertama kali, X-ADV menyetel HSTC pada level tertinggi. Setingan ini sengaja diberikan, karena Honda menyadari tidak semua pengguna skutik memiliki kemampuan berkendara mumpuni.

Mengingat mesinnya berkubikasi 745,06cc, mampu menghasilkan tenaga yang besar, 54,5 PS di 6.250 rpm dan momen puntir 681,1 Nm pada putaran 4.750 rpm.

 

2 of 2

Fitur Lain

Fitur kedua DCT (Dual Clutch Transmission), sistem transmisi yang mengandalkan dua kopling pada setiap perpindahan gear. Komponen pertama menggerakkan gigi ganjil (1,3 dan 5), sedangkan yang kedua untuk genap (2,4 dan 6). Masing-masing dikendalikan secara independen oleh sirkuit elektro-hidrolik.

Cara kerjanya, saat motor bergerak pada gigi pertama, kopling genap sudah menyiapkan gigi dua. Ketika sudah masuk gigi dua, yang ketiga langsung disiapkan kopling ganjil.

Lantaran memakai dua kopling, perpindahan gigi X-ADV lebih responsif dan halus. Motor berakselerasi dengan cepat, tidak kehilangan momentum.

G-Switch menjadi fitur ketiga yang jarang dimiliki skutik sekelasnya. G sendiri bermakna gravel atau kerikil. Artinya, perangkat ini mengizinkan X-ADV melintasi jalur sulit dengan mantap.

Sistem memungkinkan putaran dari crankshaft diteruskan langsung ke roda belakang. Atau dengan kata lain, tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin diterima ban sepenuhnya secara spontan.

Kondisi ini sebenarnya mirip seperti melepas kopling motor manual dengan cepat, sehingga mengentakkan tunggangan.

Agar bekerja dengan sempurna, pengendara perlu mematikan HSTC sepenuhnya. Tapi perlu diingat, motor ini peruntukannya bukan untuk melintasi medan berat, melainkan off-road ringan yang tak terlalu ekstrem.

Sumber: Oto.com

Lanjutkan Membaca ↓