Toyota dan Daihatsu Produksi Mobil Hybrid di Indonesia 3 Tahun Lagi

Oleh Arief Aszhari pada 07 Jun 2019, 15:06 WIB
Konsep Daihatsu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian perindustrian terus mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu caranya, dengan melakukan sosialisasi kesiapan terkait regulasi yang bakal diterbitkan kepada pelaku industri otomotif di Jepang.

Dijelaskan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, potensi implementasi dari percepatan mobil listrik dan fasilitas PPnBM yang sedang disusun sudah dikomunikasikan dengan pabrikan asal Negeri Matahari Terbit tersebut.

Selain itu, peraturan yang akan dikeluarkan pemerintah Indonesia terkait kendaraan listrik, nantinya diberikan tenggat waktu atau periode transisi selama dua tahun.

"Maka itu, kami berharap, pelaku industri otomotif yang ada di Jepang bisa mulai merealisasikannya di tahun 2021 atau 2022," tutur Airlangga seusai melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Toyota Motor Corporation (TMC) di Tokyo, beberapa waktu lalu, seperti dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Deputy CEO Toyota Corp, Susumu Matsuda mengemukakan, dalam upaya memasarkan kendaraan listrik, pihaknya juga akan fokus dengan pengembangan teknologinya di Indonesia.

"Hal ini untuk memberikan pelayanan utama kepada konsumen kami, sesuai budaya perusahaan, agar mereka praktis menggunakan kendaraan listrik," ujarnya di tempat yang sama.

Toyota bersama Daihatsu akan memproduksi mobil hibrida di Indonesia pada tahun 2022. Jenisnya antara lain SUV dan MPV.

"Kami menilai, kedua jenis tersebut yang akan lebih diminati konsumen di Indonesia. Kami sedang mempersiapkan produksinya," tegas Matsuda.

 

2 of 2

Memberikan apresiasi

Selain itu, Toyota juga memberikan apresiasi kepada Kemenperin terhadap pelaksanaan studi mobil listrik dengan para pemangku kepentingan termasuk menggandeng perguruan tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut, bahwa mobil hibrida dapat mengurangi konsumsi bensin hingga setengahnya. Ini menjadi salah satu solusi yang cukup realistis.

Dengan kemampuan yang telah dimiliki Indonesia, menurut Menperin, sejumlah produsen otomotif skala global sedang merencanakan persiapan untuk peluncuran kendaraan listrik di Indonesia dalam waktu dekat.

"Bahkan, dengan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah, cukup mengkompensasi perbedaan harga antara kendaraan listrik dengan kendaraan internal combustion engine (ICE) yang ada sekarang," imbuhnya.

Perbedaan harga itu diyakini mampu mendorong sebagian konsumen untuk beralih dari yang sebelumnya menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

Sebab, akan ada keuntungan bagi pengguna kendaraan listrik, terutama efisiensi terhadap konsumsi bensin.

"Apalagi, ada hybrid car itu yang sampai hemat 50 persen. Selain itu, adanya kemudahan dari maintenance dari kendaraan-kendaraan berbasis elektrik," ungkapnya.

Lanjutkan Membaca ↓