Niat Produksi di Dalam Negeri, Mampukah Suzuki Indonesia Meredam Harga Jimny?

Oleh Dian Tami Kosasih pada 27 Mei 2019, 19:24 WIB
Diperbarui 28 Mei 2019, 10:15 WIB
Suzuki Jimny

Liputan6.com, Jakarta - Resmi diperkenalkan dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, mobil ikonik milik pabrikan otomotif Jepang, Suzuki Jimny sukses menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Setelah cukup lama menggoda publik, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya membuka pemesanan Suzuki Jimny di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 dan dealer.

Melihat besarnya animo masyarakat pada mobil disegmen SUV ini, Suzuki Indonesia mengaku memiliki keinginan besar untuk melakukan perakitan Jimny secara lokal.

"Memang kami ingin melokalisasi Jimny dan saat ini kami sedang berusaha ke arah sana. Momen salah satunya untuk meyakinkan prinsipal kami. Salah satunya pameran otomotif ini untuk menyakinkan prinsipal kalau market Jimny di Indonesia cukup banyak," kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W PT SIS.

Saat disinggung kemungkinan harga akan lebih terjangkau apabila Suzuki Jimny dirakit secara lokal, Dony mengaku faktor penentuan harga sebuah kendaraan bukan hanya terkait biaya produksi.

"Untuk harga itu banyak variabelnya. Sebentar lagi ada rencana untuk merevisi PP Nomor 41 masalah pajak PPnBM yang bentuknya berubah dari kubikasi kendaraan menjadi emisi karbon dan sebagainya. Kalau itu terjadi efeknya banyak, jika sebelumnya mobil 4x4 terkena pajak 30 persen, kalau base on emisi bisa lebih murah," ujarnya.

2 of 2

Potensi Penurunan Harga

Apabila memang ada perubahan dari sisi pajak dan produksi Jimny benar dilakukan di Indonesia, Dony mengatakan kemungkinan bukan hanya dari penurunan harga yang ditawarkan tapi lebih kepada fitur-fitur unggulan yang disematkan akan lebih berlimpah.

"Harapan kami nanti mungkin banyak pilihannya bisa lari ke harga atau penambahan fitur dan lain sebagainya, nanti tergantung respon pasar," tutur Dony.

Lanjutkan Membaca ↓