Xpander Bermasalah di Filipina, Mitsubishi Indonesia Bereaksi

Oleh Septian Pamungkas pada 18 Mei 2019, 08:04 WIB
Xpander

Liputan6.com, Jakarta - Konsumen Mitsubishi Xpander di Filipina mengeluhkan kendaraannya bermasalah. Disebutkan, mesin mobilnya tiba-tiba mati saat tengah melaju pada kecepatan 60 km per jam.

Belakangan diketahui, masalah itu muncul lantaran pompa bahan bakar. Terkait hal ini, Mitsubishi Filipina pun angkat suara.

"Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan oleh masalah teknis Xpander. Kami mulai menerima keluhan mengenai masalah pompa bahan bakar sekitar April," terang perwakilan Mitsubishi Filipina.

Untuk diketahui, Mitsubishi Xpander yang beredar di Filipina didatangkan langsung dari Indonesia. Terkait permasalahan ini, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) turut memberikan respon.

Menurut Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro, pihaknya masih menunggu hasil investigasi. Karenanya, MMKSI tidak dapat memberikan banyak komentar sebelum investigasi selesai.

"Kami masih menunggu hasil, MMC (Mitsubishi Motors Corporation) juga masih investigasi. Yang penting sekarang ini masalahnya ketemu dulu, baru nanti solusinya," terang Irwan di Jakarta, Jumat (18/5) malam.

Dirinya menegaskan, kasus seperti ini belum pernah terjadi di Indonesia. Ia juga belum dapat memastikan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

 

2 of 2

Belum Menentukan Langkah

"Kalau di Indonesia belum ada kasus seperti itu. Mobil (Xpander) memang dikirim dari Indonesia tapi di sini belum ada kejadian seperti itu. Kita tunggu sampai clear dulu masalahnya, jika nanti sudah ketemu masalahnya pasti akan ada improvement," katanya.

Terkait program recall atau penarikan kembali untuk perbaikan seperti yang biasa dilakukan pabrikan otomotif saat ditemukan cacat produksi pada suatu komponen, ini bisa saja dilakukan Mitsubishi. Namun untuk kampanye recall ini belum dapat diputuskan.

"Seperti yang MMKSI lakukan, ada service campaign, recall campaign, itu dilakukan karena kami bertanggung jawab terhadap produk dan kualitas, apalagi terkait safety. Jadi itu sah-sah saja dilakukan campaign untuk konsumen tentu mereka akan happy selama (masalah) itu tuntas," tutur Irwan.

"Yang penting sekarang ini masalahnya ketemu dulu, baru nanti solusinya. Apakah nantinya campaign atau yang lainnya, kami harus tunggu dulu," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓