Ekonomi Stagnan, Ekspor Toyota Naik Tipis di Kuartal Pertama 2019

Oleh Arief Aszhari pada 11 Mei 2019, 12:04 WIB
Diperbarui 11 Mei 2019, 12:52 WIB
Toyota Ekspor

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi secara global tengah mengalami stagnasi, karena ketegangan dalam perdagangan global serta kondisi pasar keuangan yang fluktuatif. Hal tersebut, tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi kinerja ekspor otomotif di Indonesia.

Namun, di tengah kondisi yang tak menentu tersebut, pengiriman kendaraan secara utuh Toyota Indonesia sepanjang kuartal pertama tahun ini masih mengalami kenaikan tipis, sebesar dua persen. Sedangkan untuk volumenya sendiri, tercatat sebanyak 46.130 unit, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 45.350 unit.

Peningkatan ekspor yang tipis dari PT Toyota Motor manufacturing Indonesia (TMMIN) ini tidak lepas dari kontribusi besar dari salah satu modelnya, Toyota Fortuner. Sebagai kontributor terbesar, SUV yang dibuat di Pabrik Karawang 1 ini terkirim sebanyak 11.165 unit atau 24 persen dari total ekspor CBU kendaraan bermerek Toyota.

Toyota Fortuner sendiri, masih menjadi model favorit di kawasan GCC, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara.

"Sejak 5 tahun terakhir, Fortuner konsisten menjadi model SUV penyumbang terbesar bagi prestasi ekspor Toyota Indonesia. Pada 2019, Toyota menargetkan pertumbuhan ekspor di atas lima persen, meski situasi makro ekonomi dunia masih tidak menentu. Saat ini kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor non tradisional baru untuk mencapai target tersebut," ujar Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT TMMIN, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Jumat (10/5/2019).

Selain Fortuner, Rush juga menjadi salah satu penyumbang ekspor yang cukup besar, yaitu 8.800 unit atau sebesar 19 persen dan Agya sebesar 8.600 unit atau sekitar 18 perse turut mendulang pertumbuhan ekspor.

2 of 3

Ekspor CKD

Model-model CBU bermerek Toyota lain, seperti Vios (5.500 unit), Avanza (5.780 unit), Town Ace/Lite Ace (3.715 unit), serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total (2.570 unit) juga memberikan andil performa kuartal pertama.

Selain mengapalkan kendaraan utuh bermerek Toyota, TMMIN juga mengirimkan kendaraan setengah jadi atau Complete Knock-Down (CKD), mesin utuh, serta komponen kendaraan. Hingga Maret 2019, TMMIN berhasil mengekspor CKD sebanyak 9.900 unit, mesin utuh bensin sebanyak 25.750 unit, mesin utuh etanol 2.360 unit, serta komponen kendaraan sebanyak 26 juta unit.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓