Jimny Terdaftar di Samsat DKI Jakarta, Begini Respon Suzuki

Oleh Arief Aszhari pada 07 Mei 2019, 15:35 WIB
Diperbarui 07 Mei 2019, 16:17 WIB
Suzuki Jimny

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran Suzuki Jimny di Indonesia sepertinya hanya tinggal menunggu waktu. Pasalnya, sudah banyak indikasi yang bermunculan, jika salah satu model ikonik dari pabrikan berlambang huruf 'S' ini siap diniagakan.

Salah satunya dengan terindikasi sudah tercatat di situs Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) DKI Jakarta.

Dalam situs Samsat, di informasi nilai jual kendaraan bermotor Suzuki, dengan jenis Jeep, terdapat kode model 6GVX 4x4 AT dan MT. Kode ini, diduga kuat merupakan Jimny, karena merupakan model berpenggerak roda 4x4, sesuai dengan kode yang tertera.

Mengkonfirmasi kepada Donny saputra, Direktur Pemasaran Roda Empat PT SIS, pihaknya belum bisa berkomentar terkait kode model Suzuki Jimny yang sudah terdaftar di Samsat tersebut.

"Belum bisa komen. Hehehe..," jelas Donny saat melalui pesan elektronik kepada Liputan6.com, Selasa (7/5/2019).

Sementara itu, dalam daftar tersebut juga tertera harga, yaitu Rp 246 juta untuk varian MT dan Rp 256 juta untuk varian AT.

Namun, harga ini bukan berarti harga yang bakal dijual untuk konsumen, dan masih ditambahkan dengan pajak kendaraan bermotor (PKB).

2 of 2

Sulit Jika Suzuki Jimny Tidak Inden, Begini Penjelasannya

Baru-baru ini viral foto Suzuki Jimny generasi terbaru tengah diangkut sebuah truk di jalan tol. Spekulasipun berkembang jika SUV ikonik Suzuki ini siap dipasarkan di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT SIS Harold Donnel masih enggan berkomentar banyak. Dirinya juga menyebut strategi besar untuk Suzuki Jimny di Indonesia masih belum final.

"Kami belum bisa beri kabar untuk saat ini karena masih dalam tahap proses," katanya saat ditemui di arena Telkomsel IIMS 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Kalaupun nantinya dipasarkan di Indonesia, Suzuki tidak yakin konsumen bisa mendapatkan unit dengan cepat. Pasalnya permintaan secara global juga tinggi.

"Sejak dari GIIAS 2018 memang sangat baik penerimaannya, secara global inden sangat mengular ada yang enam bulan, ada yang setahun. Jadi logika dasarnya akan sulit untuk tidak inden," jelasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by