Komentar Toyota Indonesia Terkait Kerja Sama dengan Suzuki

Oleh Dian Tami Kosasih pada 29 Mar 2019, 19:03 WIB
Diperbarui 29 Mar 2019, 22:03 WIB
Logo Toyota

Liputan6.com, Jakarta - Berbagi paltform untuk meningkatkan penjualan, kerjasama resmi dilakukan dua pabrikan otomotif raksasa asal Jepang, Toyota dan Suzuki. Tak hanya melibatkan kendaraan konvensional, seperti Baleno, Vitara Brezza, dan Ertiga, kesepakatan juga melibatkan kendaraan listrik atau hybrid.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto menegaskan kerjasama tersebut tak berlaku untuk pasar otomotif Indonesia saat ini.

"Yang bisa saya jawab untuk pasar domestik, tidak ada perencanaan seperti itu. Di Indonesia kita tidak ada kerjasama sejauh ini," kata Henry di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (29/3/2019).

Saat disinggung adakah kemungkinan terjadinya kerjasama antara Suzuki dan Toyota beberapa tahun ke depan, Henry menegaskan tak ada rencana terkait hal tersebut.

"Sejauh ini tidak ada perencanaan (kerjasama dengan Suzuki). Jadi ya seperti sekarang lah (berjalan masing-masing)," ujarnya.

2 of 2

Selanjutnya

Seperti dilansir Reuters, kerja sama Toyota dan Suzuki meliputi riset dan pengembangan (R&D), serta melihat lebih banyak kendaraan yang diproduksi kedua perusahaan.

Pasalnya, Toyota merupakan pemimpin pasar hibrida dan banyak berinvestasi dalam kendaraan tanpa sopir, dan Suzuki mengkhususkan diri terkait pengembangan mobil kompak yang terjangkau.

Kerja sama ini akan saling menguntungkan, karena mengimbangi peningkatan investasi mobil listrik dan tanpa sopir yang berkembang pesat di pasar global.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Suzuki akan mendapatkan sumber penggerak hibrida untuk mobil yang dijual di seluruh dunia dari Toyota. Sebagai imbalannya, Suzuki akan memproduksi dua model kompak di India, seperti Ciaz dan Ertiga.

Lanjutkan Membaca ↓