Sama-Sama Naked, Mending Kawasaki W175 atau Suzuki Bandit?

Oleh Liputan6.com pada 26 Mar 2019, 17:03 WIB
Diperbarui 28 Mar 2019, 00:14 WIB
Sepeda motor Bandit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pabrikan motor yang menawarkan naked bike dengan beragam gaya. Kali ini OTO.com membandingkan dua motor berbeda alam, tapi banderolnya terpaut tak terlalu jauh, Kawasaki W175 dan Suzuki GSX150 Bandit

Dimulai dari dimensi, dua-duanya punya ukuran yang tak terlalu besar, tapi W175 unggul di ground clearance. Meski sama-sama naked bike atau biasa disebut motor laki, konsep yang diusung berbeda. W175 membawa wujud klasik tanpa detail rumit. Aksen membulat banyak diaplikasikan, mulai dari tangki, knalpot, lampu depan hingga sepatbor. Kaki-kakinya juga sama. Peleknya berupa jari-jari yang dipadu suspensi teleskopik di depan dan dual shock absorber yang dapat diatur preload-nya. Walau begitu, pengeremannya sudah disk brake, meski hanya depannya saja. Di belakang masih mempercayakan model teromol.

Fiturnya juga sederhana dan membangkitkan nuansa retro. Speedometer-nya analog dan bentuknya kompak. Penerangan masih mengandalkan halogen. Bukan tanpa alasan pabrikan yang identik dengan warna hijau itu memilih gaya itu. W175 sengaja dihadirkan untuk meredakan dahaga konsumen yang menggemari dunia modifikasi. Kendaraan roda dua ini bak bahan mentah yang dapat diotak-atik sesuka hati. 

Beda cerita dengan GSX150 Bandit. Rupanya lebih modern dengan siku tajam dan dalam di berbagai area. Fiturnya juga kekinian. Tengok saja alat penunjuk kecepatannya berupa digital sepenuhnya. Lampu depan sudah berteknologi dioda, sehingga lebih terang. Peleknya palang, diperkuat cakram model petal di depan dan belakang.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Kawasaki W175 Cafe
Kawasaki W175 Cafe resmi diperkenalkan PT. Kawasaki Motor Indonesia di Kemang, Jakarta Selatan. (Dian Tami/Liputan6.com)

Urusan jantung mekanis, perbedaannya sangat mencolok. Bila GSX150 Bandit sudah memakai sistem penyemprotan bahan bakar injeksi, W175 masih menggunakan karburator. Hasilnya, keluaran tenaga motor Kawasaki lebih kecil, meskipun kubikasi yang ditawarkan lebih besar. Mesin 4-langkah 177cc milik W175 hanya memproduksi daya puncak sebesar 12,8 Tk di 7.500 rpm dengan torsi 13,2 Nm pada 6.000 rpm. Sementara GSX150 Bandit, volume silindernya 150cc mampu menyemburkan tenaga maksimum 18,8 Tk di 10.500 rpm dan momen puntir 14 Nm pada 9.000 rpm.

Lantas apa keunggulan W175 di sektor itu? Anda bisa bernostalgia dengan menyetel bukaan suplai bahan bakar ke ruang pembakaraan menggunakan obeng. Selain itu, dari sisi perawatan tentunya lebih sederhana, lantaran teknologinya belum melibatkan komputer.

Kesimpulannya, Kawasaki W175 dapat menjadi pilihan bagi yang ingin memiliki tunggangan bergaya unik. Kesempatan untuk memodifikasinya lebih luas. Tapi Anda harus merogoh kocek cukup dalam, karena harganya Rp 29,8 juta. Sedangkan Suzuki GSX150 Bandit merupakan pilihan untuk konsumen yang menginginkan motor praktis, terkini, tetap penuh gaya dan bertenaga. Banderolnya cukup masuk akal, Rp 26 juta (OTR Jakarta).

Sumber: Oto.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓