Industri Otomotif Nasional Sudah Pakai Logam Lokal

Oleh Arief Aszhari pada 25 Mar 2019, 16:33 WIB
Diperbarui 25 Mar 2019, 17:16 WIB
20151117-Mengintip Proses Perakitan All New Kijang Innova di Pabrik Toyota TMMIN-Karawang

Liputan6.com, Jakarta - Industri otomotif nasional sudah mulai mendapatkan pasokan dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Salah satunya, dilakukan oleh IKM logam Koperasi Batur Jaya (KBJ) yang berlokasi di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Hari ini kita semua menyaksikan hasil dari komitmen dan keseriusan Koperasi Batur Jaya, yang telah melakukan banyak perubahan untuk pengembangan usaha sehingga mampu memasuki rantai pasok industri otomotif," ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif di Klaten, Jawa Tengah, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin (25/3/2019).

Sejak Januari 2019, KBJ berhasil memproduksi sebanyak 200 buah cylinder sleeve per bulan, dan mengirimkannya kepada PT TPR Indonesia selaku pemasok lapis kedua PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Cylinder sleeve ini, dipergunakan oleh PT TPR Indonesia sebagai alat bantu dalam memproduksi ring piston untuk pabrikan asal Jepang ini di Indonesia.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, diikuti dengan pelatihan dan pendampingan dengan metode yang tepat selama kurang lebih dua tahun. IKM yang tergabung dalam KBJ, mampu masuk ke area yang membutuhkan persyaratan tinggi mulai dari sisi kualitas, produktivitas, teknologi hingga kontinuitas suplai," tegas Airlangga.

Untuk diketahui, IKM logam yang berada di sentra Ceper ini memiliki 300 pelaku usaha, yang setengahnya atau 150 IKM merupakan anggota KBJ. "Dari klaster logam di sini, seluruhnya ada 4.000 tenaga kerja, dan tentunya ini menjadi bagian yang penting dari pengembangan IKM," tambahnya.

2 of 2

Selanjutnya

Sementara itu, untuk dalam upaya menjalin kemitraan antara IKM dengan pemasok Agen Pemegang Merek (APM), diperlukan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terampil, teknologi mesin dan peralatan, teknis produksi, serta bahan baku.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenperin akan memfokuskan pengembangan sentra logam di Indonesia, antara lain di Ceper, Tegal, Yogyakarta, Sukabumi, Purbalingga, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Sukabumi, dan Jabodetabek.

"Sentra-sentra tersebut ke depan juga diarahkan menjadi pusat logistik, pusat bahan baku (material center) dan R&D bagi IKM di sekitarnya,” tutur Menperin.

Kemenperin juga berupaya meningkatkan kemampuan teknis produksi sehingga mampu membuat produk komponen otomotif yang presisi, melalui proses pencampuran bahan baku yang tepat, penerapan teknologi mesin dan peralatan, serta kontrol kualitas.

 

Lanjutkan Membaca ↓