Wuling Almaz Bergetar Saat Pindah ke Gigi Netral, Ini Penyebabnya

Oleh Septian Pamungkas pada 08 Mar 2019, 11:06 WIB
Diperbarui 08 Mar 2019, 11:06 WIB
Wuling
Perbesar
Tenaga dari mesin disalurkan ke roda depan melalui sistem continuously variable transmission (CVT) 8-percepatan. (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Bandung - Wuling Almaz menjadi produk keempat Wuling Motors sekaligus SUV pertamanya di Indonesia. Liputan6.com baru-baru ini mendapat kesempatan untuk merasakan sensasi berkendara SUV lima penumpang tersebut dengan rute Jakarta-Bandung via Sukabumi.

Satu hal yang Liputan6.com rasakan adalah getaran yang timbul kala tuas persneling dipindah dari posisi 'D' ke 'N'.

"Itu karena engine mounting-nya. Tidak berpengaruh ke durability maupun performa kendaraan, hanya kenyamanan saja," terang Product Planning Wuling Motors Indonesia Danang Wiratmoto di sela acara test drive Wuling Almaz di Bandung, Jawa Barat.

Dia menerangkan, ketika dipindah ke posisi netral, koneksi transmisi dan engine akan terputus. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya getaran.

"Peralihan ini disertai sedikit getaran akibat perubahan aliran fluida transmisi. Hal ini wajar dan tidak mempengaruhi performa. Hanya terasa ketika mobil berhenti, seperti saat parkir", tambahnya.

Oleh karena itu, konsumen Wuling Almaz nantinya jangan kaget jika mengalami kondisi seperti ini. Danang pun meminta agar konsumen untuk tetap tenang dalam menyikapi hal ini.

"Kami akan terus melakukan improvement supaya gejala itu bisa hilang," ujarnya.

Sekadar informasi, Wuling Almaz diproduksi secara lokal di pabrik Wuling di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Sektor mesin dan transmisi serta beberapa komponen lainnya masih didatangkan langsung dari Cina.

Wuling mengklaim, kandungan lokal SUV seharga Rp 318,8 juta on the road Jakarta ini telah mencapai 40 persen.

2 dari 3 halaman

Jadwal Ekspor Wuling Motors Masih Abu-Abu

Wuling Almaz menjadi SUV pertama yang dimiliki Wuling Motors di Indonesia. SUV lima penumpang ini melengkapi tiga produk sebelumnya, yakni Confero, Cortez dan Formo.

Pabrikan asal Cina ini memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan dimilikinya fasilitas perakitan sendiri di kawasan Cikarang, Jawa Barat.

 

Tidak hanya membidik pasar lokal, Wuling Motors juga memiliki target untuk memasarkan produknya ke luar negeri. Sayangnya hingga kini rencana ekspor belum terealisasi.

"Kalau bicara ekspor, jelas kami menginginkan. Tapi kan kami harus mengkomunikasikan kepada negara yang akan dituju. Mobil apa yang diekspor, permintaannya seperti apa, kan mesti melihat negara yang dituju," terang Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani di sela acara test drive Wuling Almaz di Bandung, Jawa Barat.

Lebih lanjut ia menyebutkan, beberapa negara ASEAN menjadi target ekspor Wuling Motors. "Sudah ada komunikasi cuma belom bisa kita disclose negara mana dan model apa yang bakal diekspor," ujarnya.

Dian menyebut saat ini pihaknya masih fokus pada produk yang ada saat ini untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Terlebih lagi Almaz baru dilahirkan.

"Yang pasti untuk saat ini kami fokus untuk dalam negeri dulu. Usia kami juga belum genap dua tahun, jadi fokus pada Almaz dan lainnya dulu," tutup Dian.

 
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓