Rahasia di Balik Inden Panjang Toyota Camry

Oleh Arief Aszhari pada 01 Mar 2019, 16:36 WIB
Diperbarui 01 Mar 2019, 16:36 WIB
Tampilan Keren All New Toyota Camry (Arief A/Liputan6.com)
Perbesar
Tampilan Keren All New Toyota Camry (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pemesanan salah satu sedan mewah PT Toyota Astra Motor (TAM), all new Camry ternyata di luar ekpektasi. Bahkan, sejak pertama kali diluncurkan surat pemesanan kendaraan (SPK) model yang masih didatangkan secara impor ini mencapai 400-an unit.

Jumlah tersebut, naik dua kali lipat dibanding Toyota Camry sebelumnya yang hanya sekitar 100-an unit per bulan.

"Kami harus bilang, say sorry ke konsumen Toyota Camry, nunggunya agak lama bisa dua sampai tiga bulan. Untuk versi hybrid mungkin masih lebih lama," jelas Anton Jimmi, Direktur Pemasaran PT TAM, saat berbincang dengan wartawan di Yogyakarta, belum lama ini.

Lanjut Anton, di satu sisi pihaknya ingin memenuhi kebutuhan konsumen. Namun di satu sisi, kenaikan produksi di Thailand harus bertahap. Ketiga, harus dilihat juga neraca ekspor-impor, dan harus tetap balance.

"Selama Januari lalu, jumlah SPK hybrid sekitar 20 persenan. Sedangkan tahun lalu hanya 9 persenan, jadi naik dua kali lipat," tambahnya.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sementara itu, jika dilihat dari konsumen yang melakukan pesanan Toyota Camry, memang lebih banyak dari pengguna lama yang mengganti unitnya, atau pengguna merek lain di kelas yang sama, dan juga pemilik yang naik kelas (Corolla ke Camry).

"Tapi yang menarik Camry itu kebanyakan perusahaan dan government, itu lebih dari 60 persen. Dari tiga mobil, dua dari pemerintahan," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓