Gaikindo: Kami Tidak Terlibat Perang Harga Mobil

Oleh Dian Tami Kosasih pada 26 Feb 2019, 16:08 WIB
Diperbarui 26 Feb 2019, 16:08 WIB
Suzuki
Perbesar
Dealer Suzuki kini menawarkan mobil bekas. (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menarik minat konsumen untuk membeli kendaraan bermotor yang diinginkan dilakukan semua pabrikan otomotif Tanah Air. Selain fitur canggih yang ditawarkan, harga biasanya masuk dalam daftar daya tarik yang banyak dicari konsumen.

Beragam diskon dan tawaran menarik berupa paket cicilan serta down payment (DP) murah diberikan sejumlah dealer mobil untuk bersaing menarik minat pembeli.

Melihat hal tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menegaskan pihaknya tidak memiliki sangkut paut terkait perang harga kendaraan roda empat yang terjadi di Indonesia.

"Perang harga, yang namanya Gaikindo tak pernah sentuh. Harga itu kebijakan perusahaan masing-masing. Diskon 50-90 persen silakan. Menaikkan harga silakan. Kami tak atur sama sekali," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi di SCBD, Jakarta.

Perang harga diungkapkan Yohannes terjadi dengan sendirinya karena mekanisme pasar. Apabila pembeli akan sebuah mobil cukup tinggi secara otomatis harga yang ditawarkan akan stabil, begitu juga sebaliknya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Selanjutnya

"Saya kasih contoh kenapa rumah wilayah pendukung bisa lebih murah dibandingkan di Menteng. Karena Menteng banyak yang mau, begitu juga kendaraan, jadi harga itu benar benar mekanisme pasar kita tidak terlibat sama sekali," ujarnya.

Terkait produksi yang dilakukan, pabrikan otomotif biasanya akan mengikuti pasar. Apabila market berkembang otomatis produksi kendaraan juga meningkat.

"Kalau kita melihat kemampuan kita untuk produksi juga naik, kemudian peminat juga naik. Kenapa produksi bisa naik? Karena market akan berkembang, kalau market turun kita biasa kasih diskon," ujar Yohannes.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya