Jalan Beton Belum Tentu Jadi Penyebab Kecelakaan

Oleh Septian Pamungkas pada 23 Feb 2019, 17:32 WIB
Diperbarui 23 Feb 2019, 17:32 WIB
Tol Trans Jawa Pasuruan - Probolinggo
Perbesar
Tol Trans Jawa Pasuruan - Probolinggo. Dok: Kementerian PUPR

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa, menyebut jalan Tol Trans Jawa dapat membuat ban cepat aus dan mudah meletus sehingga membahayakan keselamatan para pengguna karena berbentuk rigid pavement atau menggunakan beton.

Lalu bagaimana tanggapan produsen ban mengenai hal ini? Hendra Himawan selaku GM Sales Admin & Planning Dunlop Indonesia mengaku tidak sepakat dengan pendapat tersebut.

"Jalan kasar menjadi penyebab kecelakaan itu tidak linier. Karena kecelakaan ada banyak faktor. Jadi (menurut saya komentar) itu tidak linier," katanya di Jakarta belum lama ini.

Menurut Hendra, beton memiliki karakteristik yang berbeda dengan aspal. Dan ia tidak menampik jika beton memungkinkan membuat ban lebih cepat aus.

"Jadi gini, beton dibanding aspal tentu beda. Kalau beton jauh lebih keras, aspal lebih lentur. Itu bumpy-nya pasti akan terasa beda.

Nah efeknya kepada ban kalau jalan itu keras permukaan kasar, keausan lebih cepat," jelasnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Selanjutnya

Jadi kolerasi beton menyebabkan ban pecah, menurut Hendra, tak bisa dipastikan benar atau salah dan perlu diteliti. Karena menurutnya, penyebab ban pecah bisa macam-macam.

"Jadi penyebab ban aus itu macam-macam, karena kondisi jalan, tekanan angin juga bisa.

Kalau tekanan angin kurang itu ban akan semakin beban berat. Gesekan akan semakin besar. Dan biasanya kalau kurang angin yang aus bagian tepinya. Kalau kekerasan, tengahnya yang cepat aus,"

"Lalu jumlah muatan juga pengaruh.

Yang jelas penyebab keausan adalah kondisi permukaan jalan, kedua cara mengemudi, ketiga pola telapak, keempat kondisi kendaraan misalnya setting kaki-kaki tidak benar. Itu bisa menyebabkan kondisi keausan tidak rata," tutup Hendra.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya