Helm Butuh Perlakuan Khusus Sebelum Menerobos Hujan

Oleh Liputan6.com pada 18 Feb 2019, 10:15 WIB
Diperbarui 18 Feb 2019, 11:15 WIB
Naik Motor Saat Hujan

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca di Indonesia terkadang tak bisa diprediksi. Terkadang saat pagi hari terlihat cerah, bisa saja tiba-tiba hujan. Kondisi seperti ini mengharuskan pengemudi motor mempersiapkan diri dan kelengkapan berkendara dengan baik, termasuk helm.

Helm yang diguyur hujan juga perlu mendapatkan perhatian khusus agar tetap nyaman dan aman ketika digunakan. Menurut Boy Septa Wirawan, Store Manager Deride, gerai yang menjual helm premium Nolan dan X-Lite, pada dasarnya perlakuan helm baik saat musim panas maupun hujan tidak jauh berbeda. Hanya saja saat hujan setelah pemakaian interior helm terasa lebih lembab.

Jadi yang perlu diperhatikan pemakaian helm pada saat musim hujan, adalah bagian ventilasi. Bagian ini harus ditutup agar air tidak masuk ke dalam, katanya.

Sebab, air yang masuk ke interior lewat lubang ventilasi akan merembes ke busa helm. Lama kelamaan terasa lembab dan basah. Jika tidak dikeringkan bisa menimbulkan aroma yang kurang sedap. Hal ini menyebabkan helm tidak nyaman saat dipakai.

Selain itu ia menganjurkan untuk melapisi helm dengan antifog pada visor agar terhindar pembentukan embun di kaca sehingga kenyamanan penglihatan tetap terjaga.

Tapi perhatikan juga posisi visor dengan lis karet pada visor . Pastikan dalam kondisi rapat agar air tidak masuk melalui celah antara visor dan shell, bagian atas. Tapi perlu diingat, ada beberapa tipe helm yang mekanisme visornyaya bisa dan tidak bisa di-adjust, tutup Boy.

Sumber: Otosia.com

2 of 3

Helm Ternyata Bisa Kedaluwarsa, Bahayakah?

Banyak pengendara motor yang belum peduli terhadap pentingnya menggunakan perangkat keamanan dan keselamatan dalam berkendara seperti helm.

Tak jarang, para pengendara tersebut juga belum memahami bahwa sebuah helm memiliki kedaluwarsa.

 
 

Setiap helm sejak pertama diproduksi biasanya akan memiliki umur sekitar 5 tahun sebelum masuk fase kedaluwarsa. Lalu, apa bahayanya jika helm tersebut memasuki fase kedaluwarsa?

Irwansyah, Technical Support dari DeRide Official Store memaparkan, helm yang sudah kedaluwarsa saat terjadi benturan akan memiliki kualitas ketahanan yang sudah menurun.

Dengan kualitas ketahanan yang menurun tentu akan menimbulkan risiko cedera yang besar bagi para penggunanya.

“Helm yang sudah lewat dari 5 tahun sudah pasti akan menurun kualitas ketahanannya. Jadi sudah berkurang kemampuan safety-nya. Bahayanya kalo itu kalo pas kena benturan, khawatir tidak maksimal melindunginya,” ujar Irwansyah.

 

Dirinya juga menambahkan, bahwa tidak semua merk helm akan mengalami perubahan bentuk pada bagian dalamnya ketika sudah berusia lebih dari 5 tahun. Sedangkan, untuk merk Nolan akan terlihat perubahan busa pada bagian interior yang sudah kedaluwarsa.

“Kalo di Nolan pasti kelihatan interiornya untuk helm yang sudah lewat dari 5 tahun, tapi banyak juga helm merk lain yang tidak mengalami perubahan di bagian busa interiornya setelah berusia 5 tahun. Nah, yang seperti itu agak bahaya karena tidak ketahuan apakah masih memiliki kualitas ketahanan yang sama seperti saat kondisi baru atau tidak,” sambung Irwansyah.

Irwansyah juga menjelaskan bahwa untuk helm bermerk Nolan sudah memenuhi berbagai standar keamanan dan keselamatan baik itu Internasional ataupun nasional.

“Karena Nolan ini asalnya dari Italia, jadi standar keselamatan dan keamanan yang digunakan yaitu CE, standar untuk Eropa. Dan khusus yang masuk ke sini, juga sudah memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia),” tutup Irwansyah.

Sumber: Otosia.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓