Bermesin Sama, Lebih Kencang Toyota Supra atau BMW Z4?

Oleh Liputan6.com pada 18 Jan 2019, 20:04 WIB
Diperbarui 18 Jan 2019, 20:04 WIB
Toyota Supra 2020
Perbesar
Toyota Supra 2020 (Autoindustriya)

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Supra resmi menjalankan penampilan perdana pada 14 Januari 2019 lalu. Toyota Supra 2020 dikembangkan oleh Toyota dan BMW. Kerja sama ini dilakukan melalui penggunaan mesin yang sama antara Toyota Supra dan BMW Z4 Roadster.

Keduanya memiliki spesifikasi mesin yang sama, tapi dengan tuning yang berbeda sesuai dengan masing-masing pabrikan. Mesin 3.0L inline 6-silinder turbocharger menjadi sumber tenaga keduanya.

Jika keduanya menggunakan mesin yang sama, lalu apakah tenaga dan akselerasinya sama?

Dilansir Response.jp, BMW Z4 Roadster ini juga meluncur di hari yang sama dan tempat yang sama, di Detroit, dengan Toyota Supra. BMW Z4 Roadster dengan spesifikasi Amerika Serikat itu memiliki tenaga maksimum 382 Tk dan torsi maksimum 500 Nm. Tenaga itu disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan. BMW Z4 juga mampu berakselerasi 0-100 kpj dalam waktu 3,9 detik.

Sementara mesin yang sama yang dipakai oleh Toyota Supra menghasilkan tenaga 335 Tk dan torsi maksimum 495 Nm, yang disalurkan melalui transmisi yang sama, otomatis 8-percepatan. Soal akselerasinya, Supra butuh waktu 4,1 detik untuk mencapai 0-100 kpj.

Dengan begitu, artinya BMW Z4 Roadster masih memiliki tenaga yang lebih besar ketimbang saudara beda pabriknya. Akselerasinya pun lebih cepat 0,2 detik ketimbang Supra.

Sumber: Otosia.com

 

2 dari 3 halaman

Rahasia di Balik Diadopsinya Mesin BMW oleh Toyota Supra

Toyota diketahui berkolaborasi dengan BMW dalam mengembangkan mobil sport. Salah satu karya hasil kolaborasi itu adalah mesin yang digunakan oleh BMW Z4.

Mesin 3.0L inline 6-silinder itulah yang juga akan menjadi jeroan Toyota Supra generasi kelima. Meskipun mesin itu akan tetap di-tune oleh Toyota untuk disesuaikan dengan gayanya, tapi penggunaan mesin ini seolah Toyota tak mau mengembangkan mesin sendiri.

 
 

Pada wawancara dengan Autonews Eropa, Chief Engineer Toyota Supra, Tetsuya Tada mengatakan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya keputusan ini juga ada hubungannya dengan permintaan konsumen.

Hal yang paling utama saat Toyota memutuskan membangkitkan Supra kembali adalah melanjutkan mesin 6-silinder. Berdasarkan hasil survey konsumen, hal ini adalah suatu keharusan, mengingat keempat generasi sebelumnya memiliki mesin inline 6-slilinder.

Toyota Supra juga disebut bukan akan menjadi volume maker bagi Toyota sendiri. Didukung alasan bisnis itulah, mesin BMW Z4 roadster menjadi pilihan yang paling logis bagi Toyota.

Menggunakan mesin hasil kerjasama dengan BMW akan lebih mudah daripada mengembangkan mesin inline 6-silinder sendiri.

 

Mesin asal Bavarian ini disetel oleh para insinyur Toyota untuk Supra. Seperti transmisi 8-percepatan dan chassisnya. Beberapa hari lalu Toyota juga memamerkan suara mesin Supra, sebelum diluncurkan di Detroit bulan depan.

Toyota pun telah mengonfirmasi bahwa Supra akan memiliki tenaga lebih dari 300 hp, tapi unit mesin 3.0L itu harusnya mampu lebih dari itu, minimal 382 hp dan torsi 369 lb-ft, sama seperti pada Z4 M40i.

Kabarnya, Toyota juga akan menghadirkan versi mesin lebih kecil, yakni menggunakan mesin 2.0L 4-silinder yang bertenaga 262 Tk, seperti yang dilansir dari Carbuzz. Bisa jadi versi entry level ini akan memiliki harga yang lebih murah.

Sumber: Otosia.com

 
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓