Mercedes-Benz Hungry for Adventure 2019, Pemuas Dahaga Para Petualang

Oleh Amal Abdurachman pada 16 Jan 2019, 20:00 WIB

Diperbarui 16 Jan 2019, 22:20 WIB

Mercedes-Benz 2019

Liputan6.com, Yogyakarta - Untuk menguji beragam varian SUV andalannya, PT Mercedez-Benz Distribution Indonesia mengajak media nasional untuk mengikuti ajang Hungry for Adventure 2019. Acara yang berlangsung dari 13 - 15 Januari 2019 ini berawal dari Yogyakarta dan berakhir di Semarang.

Konsep pengujian tidak hanya mengemudi dari satu titik ke tempat yang lain, melainkan peserta diajak untuk menikmati keindahan alam serta memacu adrenalin.

 

GLA 200 AMG line
GLA 200 AMG line (Mercedes-Benz Indonesia)

Untuk perjalanan pertama, Liputan6.com menggunakan crossover GLA 200 AMG line. Seperti layaknya crossover, GLA 200 AMG memiliki karakter yang lincah dan menyenangkan untuk melahap tikungan demi tikungan. Terlebih lagi mode Sport yang membuat mesin 1,6 liter bertenaga 156 Tk dengan torsi 250 Nm meraung dan sensitif terhadap setiap pijakan pedal gas.

Transmisi 7-percepatan otomatis memainkan perannya dengan baik. Anda bisa memainkan paddle shift yang bersemayam untuk kesenangan berkendara. Atau membiarkannya bekerja sendiri, tentu karakter transmisi akan menyesuaikan dengan gaya Anda menginjak pedal gas.

Begitu mendekati pantai Widodaren, Liputan6.com harus sedikit berjuang untuk menghadapi jalanan berbatu besar. Yap, bantingan dari suspensi terasa keras dan membuat pengemudi maupun penumpang harus sedikit berjuang melahap jalanan ini. Meski jalanan seperti ini bukan habitatnya, namun ini menjadi pembuktian bahwa GLA bisa diajak sedikit bermain di medan offroad ringan.

Sebagai informasi, MBDI menawarkan 3 varian GLA-Class. Yang pertama adalah GLA 200 Urban line (Rp 699 juta off the road) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Setelah itu GLA 200 AMG line yang dibanderol Rp 745 juta off the road. Yang terakhir adalah GLA 45 AMG yang dibanderol Rp 1,309 miliar berstatus off the road.

 

 

2 of 4

Saksikan Videonya di Bawah Ini:

3 of 4

GLC 200 AMG line

GLC  200
GLC 200 (Mercedes-Benz Indonesia)

Hari kedua diawali dengan mengemudi GLC 200 AMG line. Karakter yang dimiliki tentu berbeda dengan GLA 200. Secara dimensi, GLC tentu lebih bongsor dan mesinnya memiliki kapasitas yang lebih besar, yakni 2,0 liter. Kali ini tujuannya adalah gua Jomblang yang berlokasi 95 km dari Magelang.

Saat mengendarai GLC 200, posisi berkendara cukup nyaman berkat pengaturan jok elektrik yang cukup lengkap. Anda bisa mengatur lumbar support sebanyak 4 arah. Bahkan Anda bisa mengatur bantalan khusus paha dan juga headrest secara elektrik.

Mode berkendara terbilang lengkap, mulai dari Individual, Eco, Comfort, Sport, dan Sport Plus. Untuk berkendara sehari-hari, mode Sport sudah lebih dari cukup untuk sekedar memuaskan hasrat adrenalin.

Karena memiliki badan bongsor dengan berat kosong 1.735 kg, tentu ekspektasi saya adalah SUV ini tak selincah GLA yang sebelumnya digunakan. Dan mesin 2,0 liter akan sulit diajak 'bermain'. Kenyataannya, mesin 2,0 liter bertenaga 184 Tk dengan torsi puncak 300 Nm mampu berakselerasi dengan agresif. Klaim akselerasi 0-100 kpj dalam waktu 7,5 detik rasanya bisa dengan mudah dicapai.

Transmisi 9-percepatan memberikan rasa berkendara yang mulus jika berkendara dengan santai, terutama pada mode Comfort. Dan seperti biasa, Anda bisa memainkan paddle shift yang berada di balik kemudi.

Selain nyaman digunakan di jalan raya, GLC 200 AMG line juga bisa diajak bermain di medan offroad. Akses ke pintu masuk gua Jomblang menjadi lokasi yang tepat untuk mencicipi kemampuan offroad GLC 200 AMG. Bantingannya cukup nyaman, baik untuk penumpang depan dan juga belakang. Memang jalanannya tergolong light offroad, tapi setidaknya Liputan6.com dapat sedikit mencicipi potensi melahap medan tanah yang dimiliki oleh GLC 200 AMG line.

Di Indonesia, GLC-Class ditawarkan dalam 5 varian. GLC 200 Exlusive line (Rp 899 juta), GLC 200 AMG line (Rp 979 juta), GLC 300 Coupe AMG line (Rp 1,269 miliar), GLC 43 AMG Coupe (Rp 1,569 miliar), dan GLC 63 S Coupe ( Rp 3,499 miliar). Semuanya berstatus off the road.

4 of 4

Menikmati Sunrise di Candi Borobudur

Menikmati Sunrise di Candi Borobudur
Menunggu Sunrise di Candi Borobudur (Mercedes-Benz Indonesia)

Hari ketiga diawali dengan menikmati sunrise di Candi Borobudur. Selepas menikmati pemandangan yang indah, para peserta melanjutkan perjalananan ke Curug Lawe, Semarang. Kali ini saya duduk sebagai penumpang di dalam GLE 250d. Huruf 'd' menandakan penggunaan mesin diesel pada mobil ini.

Meski mengadopsi mesin diesel, di dalam kabin tetap terasa senyap. Sesekali pengemudi berakselerasi dengan agresif, dan torsi yang dihasilkan mesin tersebut terasa berbeda. GLE 250d mengadopsi mesin diesel 2,1 liter yang menghasilkan tenaga 204 Tk dengan torsi puncak 500 Nm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui transmisi 9-percepatan otomatis.

Sayangnya hujan semakin deras, sehingga destinasi Curug Lawe harus dilewatkan. Perjalanan Mercedes-Benz Hungry for Adventure 2019 pun diakhiri dengan tujuan akhir Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

 

Lanjutkan Membaca ↓