Punya Nikel, Indonesia Bisa Menguasai Rantai Pasok Baterai Lithium

Oleh Arief Aszhari pada 30 Nov 2018, 13:02 WIB
Lithium Ion Battery

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat bakal melakukan ground breaking untuk pabrik baterai lithium. Berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia diklaim bakal menjadi produsen baterai lithium terbesar di dunia.

Secara sumber daya alam (SDA), memang tidak ada material lithium di Tanah Air. Namun perlu dingat, Indonesia merupakan penghasil nikel terbesar di dunia.

Hal tersebut juga diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, sekaligus harga nikel di pasaran saat ini juga merangkak naik.

"Jadi akan bermuara pada lithium battery, ini akan menjadi faktor kunci karena akan menekan harga mobil listrik, lithium battery mengarah kepada kandungan nikel yang semakin besar," jelas Luhut.

Sementara itu, menurut Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Purwanto, kandungan baterai lithium-ion itu, terdiri dari anoda, katoda, dan elektrolit.

"Untuk material katoda, kita punya potensi besar untuk materialnya, yaitu nikel," jelas Agus saat berbincang dengan Liputan6.com melalui pesan elektonik, Kamis (29/11).

2 of 3

Selanjutnya

Agus melanjutkan, material katoda yang mengandung nikel dan umum digunakan di baterai lithium ion, adalah Li-NMC (lithium-Nikel Mangan Cobalt oksida) dan Li-NCA (Lithium-Nikel Cobalt Alumunium Oksida).

"Jadi, potensi ini yang ditunjukan oleh Bapak Menko," tegasnya.

"Kita punya kandungan nikel yang banyak, sehingga seharusnya kita bisa menguasai salah satu rantai pasok baterai lithium," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓