Toyota Indonesia Kembali Terima Penghargaan

Oleh Septian Pamungkas pada 27 Nov 2018, 20:56 WIB
Diperbarui 27 Nov 2018, 20:56 WIB
Toyota
Perbesar
TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik dan Responden Statistik Terbaik. (TMMIN)

Liputan6.com, Jakarta - Bulan lalu, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menerima Primaniyarta Award 2018 sebagai penghargaan tertinggi di bidang ekspor dari Pemerintah Indonesia untuk kategori Eksportir Berkinerja.

Dan di bulan ini, TMMIN kembali menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik dan Responden Statistik Terbaik. Penghargaan ini tidak terlepas dari kepatuhan dan ketaatan TMMIN terhadap regulasi yang berlaku, pelaporan informasi dan data bisnis yang tepat waktu, serta kontribusi aktivitas investasi dan ekspor–impor.

"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Toyota untuk memberikan lebih banyak lagi kontribusi nyata terhadap perkembangan industri otomotif Indonesia sekaligus mengukuhkan bahwa industri otomotif pantas menjadi sektor industri unggulan nasional terutama melalui investasi dan kegiatan penjagaan neraca perdagangan melalui aktivitas ekspor," terang Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam keterangan resminya, Selasa (27/11/2018).

Disebutkan, kinerja ekspor TMMIN dengan tren positif dalam 5 tahun terakhir, memberikan dampak pada neraca perdagangan Toyota Indonesia. Periode 2014 hingga Juli 2018 neraca perdagangan TMMIN mencatatkan net ekspor sebesar kurang lebih USD 2,9 juta (atau sekitar 43 triliun rupiah).

Menyoal ekspor di sepanjang tahun ini (Januari-Oktober 2018), Toyota Indonesia telah melakukan ekspor mobil dalam bentuk utuh (completelty built up/CBU) hingga 173.700 unit.

Dibanding periode yang sama tahun lalu (Januari-Oktober 2017), hasil ini naik 2 persen atau 170.400 unit.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Torehan positif tetap berusaha dihasilkan Toyota Indonesia, meskipun kondisi perekonomian global terutama negara-negara tujuan ekspor masih belum stabil.

Warih menyebutkan, beberapa negara tradisional tujuan ekspor Toyota Indonesia masih mengalami resesi ekonomi. Kondisi inipun dimanfaatkan Toyota Indonesia untuk tetap bisa menjaga efisiensi produksi dan kualitas global, sehingga tetap kompetitif dengan negara lain.

"Daya saing menjadi kunci utamanya. Selama Toyota Indonesia dan seluruh rantai pasok bisa meningkatkan dengan tetap mengedepankan kualitas, termasuk di dalamnya menggunakan sebanyak mungkin material lokal, maka produksi kita akan semakin kompetitif dan terserap dengan baik oleh negara tujuan ekspor," tutup Warih.

Lanjutkan Membaca ↓