Menperin Enggan Komentar Soal Esemka

Oleh Arief Aszhari pada 01 Nov 2018, 17:01 WIB
Pabrik Esemka (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang mengangkat nama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Esemka kembali mencuat ke publik. Hal tersebut, diawali dengan pernyataan calon Wakil Presiden nomor urut satu, Ma'ruf Amin, yang mengatakan mobil yang diklaim bakal menjadi mobil nasional (mobnas) ini akan diluncurkan Oktober 2018.

Nah, ketika pertanyaan terkait mobil Esemka diajukan kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, politikus dari partai Golkar ini malah membicarakan mobil pedesaan, alias AMMDes.

"Pertama, kita bicarakan mobil itu per tipe. Jadi, kita akan luncurkan yang namanya AMMDes (Alat Mekanisme Multiguna Pedesaan)," tegasnya.

Lanjutnya, untuk peraturan terkait hal terebut kini sedang dibicarakan dengan Kementerian perhubungan. "Sedang dibicarakan dengan Kemenhub," tambahnya.

Namun, pernyataan Menperin tersebut tentu saja tidak memuaskan para wartawan yang hadir saat itu. Tidak menjelaskan lebih lanjut, Airlangga justru pamit pergi meninggalkan lokasi acara, yang berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.

2 of 3

Selanjutnya

Kemudian, pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika. Setali tiga uang dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, ia juga enggan menjawab semua yang terkait dengan Esemka.

"Sudah-sudah tadi kan sama Pak Menteri," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah mengatakan jika produksi Esemka sudah diserahkan kepada Industri, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah.

"Setelah jadi ya diserahkan kepada industri. Seperti saat ini, Esemka sudah dikerjakan dan dikembangkan penuh oleh industri tanpa campur tangan pemerintah dalam proses produksinya. Tentu bukan Presiden yang buat pabrik sendiri dan bikin mobil Esemka sendiri," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
Tragedi Kabut Asap