10 Tahapan Mobil Esemka Hingga Lolos Sertifikasi Uji Tipe

Oleh Herdi Muhardi pada 15 Okt 2018, 12:12 WIB
Diperbarui 15 Okt 2018, 12:12 WIB
Esemka Garuda 1
Perbesar
Foday Landfort diproduksi oleh Guangdong Foday Automobile Co., (Chinaautoweb)

Liputan6.com, Jakarta Merek mobil asal Indonesia, Esemka, dikabarkan siap masuk jalur produksi. Hal ini tak lain karena salah satu  syarat memproduksi mobil telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Perhubungan dengan mengeluarkan Sertifikat Uji Tipe.

Sebelum mendapatkan SUT, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai pengujian.

Menurut Kepala BPLJ-SKB Kemenhub, Caroline Noorida, ada delapan tipe mobil Esemka yang diuji dan tahapan pengujian dilakukan sama seperti kendaraan lainnya.

“Uji dimensi, uji konstruksi, uji rem, uji speedometer, turning radius, uji berat, uji klakson, uji side slip, uji lampu, uji emisi CO dan HC idle, dan pemenuhan persyaratan teknis," ujar Caroline kepada Liputan6.com, Senin (15/10/2018).

Adapun pemenuhan persyaratan teknis yang dimaksud seperti halnya pemeriksaan dan pengujian pada bagian sabuk, kaca, dan lain-lain.

“Untuk setiap pengujian satu tipe bisa dua hari lamanya,” tuturnya. Dari pengujian ini, Esemka dinyatakan lolos sertifikasi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

8 Mobil Esemka yang Lolos SUT

BPLI-SKB sudah memberikan lulus uji tipe pada delapan mobil Esemk, antara lain:

- Bima 1.0 (4×2) MT

- Bima 1.3 (4×2) M/T

- Bima 1.3 L (4×2) MT

- Bima 1.8 D (4×2) M/T

- Niaga 1.0 (4×2) M/T

- Digdaya 2.0 (4×2) M/T

- Borneo 2.7D (4×2) M/T

  Garuda 2.0 (4×4) MT

Hasil penghujian ini dilakukan secara bertahap sejak 2016 lalu, hingga Agustus 2018 kamarin

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya