Avanza-Xenia Baru Akan Mengancam, Bagaimana Strategi Mitsubishi Xpander?

Oleh Herdi Muhardi pada 01 Okt 2018, 07:15 WIB
Diperbarui 01 Okt 2018, 07:15 WIB
Mitsubishi Xpander

Liputan6.com, Jakarta - Mitsubishi Xpander kini masuk dalam jajaran mobil favorit di Indonesia. Penjualan mobil berkapasitas tujuh penumpang ini dalam Januari-Agustus 2018 tercatat lebih dari 100 ribu unit.

Bahkan berdasarkan data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir, jualan Xpander kerap melampaui Toyota Avanza.

Hal ini pula disebutkan mobil sejuta umat itu akan menghadirkan model baru. Namun sayang, pihak Toyota maupun Daihatsu yang meracik si kembar Avanza dan Xenia kompak diam seribu bahasa.

Dengan isu kemunculan Avanza dan Xenia model baru, bagaimana strategi Mitsubishi Xpander?

Menurut Bambang Kristiawan, Head of PR & CSR Dept PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), strategi menghadapi model baru pasti selalu ada, termasuk dari semua produsen otomotif.

“Kalau dilihat kompetitor mengeluarkan produk baru, pasti (tak terkecuali Mitsubishi) sudah ada strategi lain. Tapi untuk saat ini kami belum bisa open,” ujar Bambang saat ditemui di akhir pekan.

Bambang juga tak menampik bahwa kehadiran model baru hal itu akan membuatnya khawatir. Namun demikian, hal itu justru membuat Mitsubishi terus berupaya mencari solusinya.

“Kalau enggak merasa khawatir, nanti kita enggak melakukan apa-apa. Ya dengan mempercepat inden (Mitsubishi Xpander)ini jadi strategi kami, artinya kami benar-benar serius mau konsumen bisa menikmati produk kami,” tuturnya.

2 dari 3 halaman

Masalah Terbesar Mitsubishi Xpander Saat Ini

Ekspor Mitsubishi Xpander
Ekspor perdana Mitsubishi Xpander (Mitsubishi).

Mitsubishi Xpander, mobil yang baru lahir tahun lalu telah dinobatkan sebagai mobil terbaik pilihan wartawan otomotif di Indonesia.

MPV ini mengalahkan puluhan mobil baru lain yang meluncur periode Agustus 2017 sampai Juli 2018 dan notabennya telah memiliki nama besar di Indonesia, seperti Suzuki Ertiga dan Toyota Rush.

Mitsubishi Xpander juga mengalahkan duo mobil China yang kehadiran tak bisa dipandang sebelah mata yaitu Wuling Cortez dan DSFK Glory 580.

Namun dibalik kesuksesan Mitsubishi Xpander, mobil yang produksi di Cikarang, Jawa Barat itu memiliki masalah besar. Kira-kira masalah apa yang terjadi pada Mitsubishi Xpander?

Masalah itu adalah soal pemesanan atau inden. Hingga saat ini konsumen yang mengingikan Xpander masih membludak dan bahkan waktu tunggunya beberapa waktu lalu bisa mencapai 3-4 bulan.

Menurut Bambang Kristiawan, Head of PR & CSR Dept PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) untuk mengatasu hal itu per Juli 2018, Mitsubishi sudah meningkatkan produksi menjadi 10 ribu unit per bulan.

“Sebelumnya bisa mencapai 3 sampai 4 bulan, bahkan lebih. Tapi inden saat ini hanya mencapai satu bulan maksimal dua bulan. Ini tergantung warna dan varian,” jelas Bambang saat ditemui akhir pekan.

Bambang juga menyatakan, dengan menggenjot produksi Xpander, maka inden satu bulan terhitug hal normal.

Dia juga menyatakan, mempercepat inden adalah strategi yang sedang serius dilakukan Mitsubishi untuk memenuhi konsumen agar Xpander dapat segera mungkin dinikmati masyarakat.

“Masalah terbesar kami adalah inden, dan ini kami terus menerus atasi. Kami juga akan menambah line production,”tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓