Rem Tangan Konvensional Akan Punah, Kok Bisa?

Oleh Liputan6.com pada 20 Sep 2018, 15:04 WIB
Diperbarui 20 Sep 2018, 15:04 WIB
rem
Perbesar
Ilustrasi rem tangan. (ist)

Liputan6.com, London- Keberadaan rem tangan pada mobil sangatlah penting. Rem tangan biasanya digunakan saat parkir, agar mobil tetap berada di posisinya walau kondisi jalan menurun, menanjak atau datar saja. Kenapa disebutnya rem tangan? Karena memang digerakkan oleh tangan secara manual. Meski ada juga pabrikan yang menempatkannya di area kaki.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, rem parkir pun terkena efek elektrifikasi. Fitur Electronic Parking Brake (EPB) semakin banyak dikenalkan oleh pabrikan. Rata-rata mobil mewah sudah menerapkannya dan meninggalkan model manual. Di Indonesia saja, kita bisa menikmati fitur ini di mobil seharga mulai dari Rp 200 jutaan. Contoh, Wuling Cortez.

Kenyataannya, penggunaan EPB sudah semakin banyak meninggalkan rem parkir konvensional. Pernyataan itu didapat dari hasil penelitan yang dilakukan oleh CarGurus. CarGurus, sebuah website jual-beli otomotif yang berbasis di Amerika Serikat dan Inggris. Hasil penelitian didapat dari menganalisa 32 merek mobil terkemuka di pasaran, mulai dari Alfa Romeo sampai Volkswagen, termasuk merek Jepang dan Korea.

CarGurus menemukan, hanya 37% mobil baru dijual yang masih mengadopsi rem tangan tradisional. Fakta mengejutkan lain, hanya merek Dacia dan Suzuki yang tetap mempertahankan rem tangan di semua modelnya. Namun hasil penelitian itu hanya untuk pasar Inggris. Negara lain sudah pasti hasilnya berbeda. Jadi angka yang didapat CarGurus, hasil meneliti semua mobil baru dari 32 merek di pasar Inggris saja.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Memang cakupannya tidaklah terlampau luas. Tapi pasar Inggris cukup menggambarkan perkembangan otomotif dunia. Yang pada realitanya, mobil zaman sekarang semakin diisi oleh fitur elektronik pengganti mekanis. Semua itu didasari atas peningkatan kenyamanan dalam penggunaan.

Hampir semua merek mobil premium sudah beralih ke EPB. Beberapa masih menggunakan rem parkir di kaki, atau tuas biasa untuk mobil sport. Investigasi CarGurus menemukan Audi, Jaguar, Land Rover, Lexus, Mercedes-Benz dan Porsche sudah tidak lagi pakai rem tangan konvensional di semua modelnya.

Fakta yang nyaris serupa, sebetulnya juga ditemui di pasar otomotif Indonesia. Hampir semua merek punya fitur EPB di dalam lineup jualan APM. Bahkan merek se-mainstream Toyota dan Honda pun juga ada. Hanya model entry level sampai menengah yang tetap menggunakan rem tangan biasa. Dan benar juga apa kata CarGurus, Suzuki di Indonesia tidak ada yang pakai EPB.

Karakter konsumen bisa menjadi penentu kemajuan teknologi sebuah kendaraan. Jika mayoritas pasarnya masih belum melek teknologi maju, tentu pabrikan mempertimbangkan untuk tidak memasarkan produk yang terlalu canggih.

Jika melihat kebutuhan dasar, fungsi EPB maupun rem tangan biasa sejatinya sama saja. Yang berbeda cuma mekanisme kerja. Fitur EPB tinggal menarik dan menekan tuas kecil tanpa perlu tenaga ataupun usaha berlebih seperti tuas rem tangan jadul. Tuas EPB mengaktifkan motor kecil yang mengunci rem belakang. Makanya terdengar suara motor bekerja ketika EPB aktif.

Keuntungan lain, desain interior jadi terlihat mewah dan rapi, tanpa ada tuas rem tangan panjang. Selain itu, EPB biasanya sepaket dengan fitur elektrik lain seperti automatic hill-hold yang mampu posisi mobil saat beranjak jalan di tanjakan. Akankah era kepunahan rem tangan segera tiba? Mungkin saja, tapi belum untuk Indonesia dan pasar negara berkembang lain.

Sumber: Oto.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓