Berkat Karbon, Sasis Baru Honda Jadi Enteng dan Kokoh

Oleh Liputan6.com pada 17 Sep 2018, 07:10 WIB
Motor Si Pitung Super Cub C125 Melantai di GIIAS 2018

Liputan6.com, Jakarta Inovasi dan teknologi terus bergerak maju. Tak terkecuali dengan Honda, pabrikan sepeda motor yang menaungi Marc Marques.

Belum lama ini, pabrikan berlogo sayap mengepak mengeluarkan desain paten mesin barunya. Desain mesin baru Honda bocor ke media. Dapur pacu ini dilengkapi dengan supercharger dan akan menjadi pesaing Kawasaki Ninja H2.

Kini, pabrikan berlogo sayap tersebut kembali mematenkan desainnya. Mengutip dari Motociclismo.it, Honda baru saja mendaftarkan rancangan sasis terbarunya.

Kali ini, Honda berencana untuk membuat sasis yang kuat, namun biaya produksinya tetap rendah. Karena itu, mereka menggunakan teknologi reinforced-carbon pada rangka aluminium buatannya.

Memang, sasis berbahan karbon masih menjadi yang terkuat dan paling ringan untuk saat ini. Sayangnya, biaya produksi yang dibutuhkan cukup tinggi sehingga hanya diterapkan pada motor sport mewah saja, seperti BMW HP4 dan Ducati 1299 Superleggera.

Di sasis ini, pabrikan asal Jepang itu menyelipkan bahan karbon pada aluminium yang akan digunakan sebagai sasis dan swingarm. Dengan demikian, Honda tetap mendapat rangka yang kuat dan ringan, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Sumber: Otosia.com

2 of 3

Honda Patenkan Desain Motor Supercharger, Calon Rival Kawasaki Ninja H2

Berbicara motor sport yang dilengkapi dengan supercharger, maka Kawasaki Ninja H2 yang pertama terbesit di pikiran. Namun hal tersebut tak akan berlangsung lama, karena Honda mempersiapkan motor dengan supercharger.

Dilansir Morebikes.co.uk, pabrikan berlogo sayap itu bahkan telah mematenkan desain pesaing Kawasaki Ninja H2 tersebut. Menariknya, konfigurasi mesin yang diterapkan ialah 2-silinder v-twin, layaknya Harley-Davidson.

Berdasarkan desain yang beredar, motor baru Honda ini akan bergenre naked-sportbike alias tidak menggunakan fairing seperti Kawasaki Ninja H2. Sasisnya menggunakan sistem teralis untuk menjaga bobotnya tetap ringan.

Supercharger motor ini terletak di tengah mesin, tepat di antara dua buah filter udara besar. Sepasang kotak udara tersebutlah yang nantinya memasok udara ke supercharger untuk meningkatkan tenaga dari mesin 2-silinder.

Di sektor kaki-kaki depan, Honda mengandalkan suspensi upside down. Sementara itu, di belakang, pabrikan asal Jepang ini masih menggunakan swing-arm konvensional dua sisi dan monoshock.

Penggunaan supercharger pada Kawasaki Ninja H2 berhasil membuat motor sport tersebut memiliki tenaga terbesar di kelas 998cc, mencapai 207 Tk. Sebagai perbandingan, tenaga Kawasaki Ninja ZX-10R yang berkubikasi sama hanya sebesar 197 Tk.

3 of 3

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓