Begini Cara Sederhana Membedakan Pelek Asli dan Palsu

Oleh Arief Aszhari pada 25 Agu 2018, 10:18 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:24 WIB
Intip Bengkel Tempat Reparasi Pelek Mobil di Kuala Lumpur

Liputan6.com, Jakarta - Ketika hendak mengubah tampilan mobilĀ agar terlihat lebih keren, hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti pelek. Terlebih, saat ini banyak dijual berbagai jenis dan model pelek mobil, mulai dari kualitas original equipment manufacturer (OEM), asli impor, maupun abal-abal alias kw atau replika.

Nah, bagi pemilik mobil yang berniat membeli pelek, dan tidak ingin tertipu dengan oknum pedagang nakal yang menjual pelek palsu dibilang asli, berikut beberapa cara sederhana untuk membedakan pelek asli atau kw seperti dilansir Suzuki.co.id:

Harga Pelek

Satu hal utama yang bisa menjadi acuan dalam membedakan pelek asli dengan replika, salah satunya harga. Pelek asli biasanya dibanderol lebih mahal dibanding replika.

Bahkan bisa sampai empat kali lebih mahal dibandingkan pelek replika. Contoh sederhananya, kalau pelek replika ring 17 harganya Rp5 jutaan, pelek aslinya bisa dibanderol antara Rp20 juta sampai Rp25 juta.

Namun hal tersebut memang tidak bisa jadi patokan pasti, karena tidak jarang juga ada pedagang nakal yang menjual pelek replika dengan harga mahal dan mengatakan bahwa pelek yang mereka jual adalah pelek asli.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Intip Bengkel Tempat Reparasi Pelek Mobil di Kuala Lumpur
Pekerja mencuci pelek alloy sebelum dicat di sebuah bengkel di Ampang, di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia (18/7). (AFP Photo/Mohd Rasfan)

Kualitas Pembuatan Pelek

Selain harga dan bobot pelek, kualitas pembuatan pelek juga bisa membedakan pelek asli dan pelek kw. Biasanya, saat dibuat pelek replika akan melalui proses pengecoran, sementara pelek asli melalui proses ditempa. Nah, yang paling dari dua proses pembuatan pelek itu adalah saat finishing-nya.

Pelek asli proses finishing rapi, sementara replika akan tampak berantakan, seperti ada yang bolong di permukaan dalam pelek. Catnya pun tampak tidak sama. Hal itu bisa terjadi karena perusahaan pembuat pelek replika tidak memerhatikan detailnya.

Tidak mudah memang membedakan pelek asli dan pelek palsu (kw/replika). Tapi kunci yang paling penting adalah jangan mudah tergiur dengan harga yang murah dan jangan terburu-buru ketika membeli pelek.

Jangan malas mencari informasi tentang pelek yang ingin Anda beli dan cek semua bagian pelek dengan detail sebelum akhirnya memutuskan membelinya.

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

Bobot Pelek

Untuk mencegah diri Anda tertipu oleh pedagang yang nakal, merasakan bobot pelek bisa menjadi cara ampuh dalam membedakan pelek asli dan pelek replika. Kebanyakan, pelek asli lebih ringan ketimbang replikanya.

Contohnya, pelek replika ring 17 beratnya kurang lebih 10-11 kilogram. Nah, kalau pelek asli kurang lebih enam kilogram saja. Bobot inilah yang bisa kita jadikan salah satu indikatornya.

Tapi lagi-lagi, bobot pelek belum bisa jadi patokan pasti karena tidak semua pelek asli itu ringan, seperti contohnya pelek asli ring 20 beratnya sama dengan yang replika.

Lanjutkan Membaca ↓
4 Fakta Menarik Honda Vario 125 I OTO.com