Intip Spesifikasi Bus Nirsopir yang Hadir di Asian Games 2018

Oleh Yurike Budiman pada 15 Agu 2018, 17:02 WIB
Diperbarui 15 Agu 2018, 17:02 WIB
Bus nirsopir

Liputan6.com, Jakarta - Perhelatan Asian Games akan segera dimulai pada 18 Agustus 2018 mendatang. Baik di Jakarta atau Palembang, berbagai transportasi dikerahkan untuk memudahkan mobilitas rombongan atlet dan juga penonton.

Terkait transportasi, ternyata ada dua bus nirsopir (tanpa sopir) yang juga hadir dalam gelaran Asian Games ini. Diketahui, bus asal pabrikan Perancis, Navya, diboyong ke Indonesia oleh Telkomsel, dimana Navya akan berjalan dengan teknologi 5G.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, mengatakan bahwa pengunjung Asian Games bisa menjajalnya secara cuma-cuma. Bus Navya sendiri memiliki kapasitas penumpang 15 orang (11 duduk dan 4 berdiri).

"Kami hadirkan implementasi 5G lewat bus otonomos ini. Dengan demikian, kita bisa membuktikan kepada internasional bahwa kita sudah siap dengan 5G, meski masih dalam tahap demo dan belum komersial," kata Ririek di Gelora Bung Karno (GBK), beberapa waktu lalu.

Lalu seperti apa spesifikasinya?  

Selain hanya mampu menampung 15 orang, bus nirsopir Navya memiliki sejumlah keunggulan. Dilansir dari laman resmi Navya, Rabu (15/8/2018), sejumlah teknologi mutakhir disematkan dalam bus Navya yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan nirsopir, tanpa pengemudi.

Fitur navigasi dan keselamatannya telah menggunakan sistem pendeteksi efektif yang menggabungkan berbagai jenis teknologi canggih. Navya sendiri memakai sensor Lidar, kamera, GPS RTK, IMU, dan odometri.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Telkomsel
Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, bersama jajaran direksi Telkomsel lain saat memamerkan bus otonomos di Telkomsel 5G Experience Center, Jakarta. Liputan6.com/Jeko I.R.

Sensor

Sensor bus nirsopir ini menggunakan teknologi Multi-Sensor Cutting-Edge yang paling canggih dari negara asalnya. Desain yang kuat dan lengkap menggabungkan informasi dari sejumlah sensor untuk memahami dan memvisualisasikan lingkungannya dengan cara yang tepat. Sensor ini terhubung dengan komputer untuk memberikan informasi, kemudian membuat keputusan dan bertindak atas informasi tersebut.

Daya

Untuk dayanya sendiri, Navya menggunakan baterai litium LiFeP04, dengan kapasitas 33 kWh untuk pemakaian selama 9 jam. Pengisian baterainya dari 0 hingga 90 persen membutuhkan waktu 8 jam. Memiliki motor elektrik 15 KW dengan kecepatan maksimal 25 km/jam.

Dimensi

Dimensinya sendiri tak sebesar bus-bus kota pada umumnya yang ada di Jakarta. Navya memiliki panjang 4,75 meter, lebar 2,11 meter dan tinggi 2,65 meter. Ground clearance 0,20 meter dengan wheelbase 2,90 m. Ukuran bannya tak besar, menggunakan 215/60 R17.

Christophe Sapet selaku CEO Navya mengatakan bahwa Navya hadir untuk difungsikan di kota-kota yang mengalami kondisi lalu lintas yang padat dan bermasalah karena menghadapi kesulitan mengemudi.

"Dengan solusi nirsopir, bersama-sama kita merevolusi mobilitas. Revolusi ini tentu saja menggunakan teknologi kami, yang sudah beroperasi penuh. Memang, hari ini, banyak bus nirsopir yang beroperasi di seluruh dunia," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓