Bukti Komitmen Toyota Indonesia dalam Pengembangan Rantai Pasok Otomotif

Oleh Septian Pamungkas pada 26 Jul 2018, 19:33 WIB
Diperbarui 26 Jul 2018, 19:33 WIB
20160126-Produksi-Kijang-Inova-serta-Fortuner-Jakarta-IA
Perbesar
Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil Kijang Innova pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, Selasa (26/1). Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner mencapai 130.000 unit pertahun. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesian Automotive Industrial People Development (IAIPD) yang berada di berada bawah mandat Institute Otomotif Indonesia (IOI) menggelar Seminar Pengembangan Rantai Pasok Lapis Ke-2.

Seminar ini menandai berakhirnya siklus ke-3 program IAIPD bertajuk “Tier-2 Trainer Development” yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam bidang Manajemen Produksi di perusahaan-perusahaan rantai pasok otomotif lapis ke-2.

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) turut terlibat dalam kegiatan ini sekaligus menularkan ilmu dalam upaya pengembangan rantai pasok otomotif Indonesia.

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, pengembangan SDM manajemen produksi yang cakap tidak berhenti di lingkungan TMMIN, namun juga harus ditularkan kepada rantai pasok sehingga dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama.

"Selain mendirikan sebuah divisi khusus dengan tugas pengembangan ini, kami menyediakan beragam stimulus, seperti penghargaan khusus, yang ditujukan untuk mendorong pemasok lokal kami agar menularkan dan membangun kompetensi SDM di pemasok mereka," terang Warih dalam keterangan resminya.

Sekadar informasi, IAIPD merupakan paguyuban bagi perusahaan-perusahaan rantai pasok otomotif lapis ke-1. IAIPD mendapatkan pembekalan ilmu dari TMMIN dan membentuk pengajar-pengajar sesuai standar Toyota di Indonesia.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Dimulai sejak 2013, “Supplier Master Trainer Development” telah menelurkan 9 pengajar berstandar Toyota bergelar “Master” dipemasok lapis-1.

Kali ini, sebanyak 37 pengajar baru bergelar “Trainer” dari perusahaan otomotif lapis ke-2 menerima Sertifikat dari IAIPD. Hingga akhir 2019, IAIPD menargetkan sebanyak 141 pengajar dari perusahaan pemasok lapis-2 dapat tercipta dari program ini.

Para pengajar ini diminta untuk menjadi pemimpin dalam menularkan kompetensi manajemen industri yang termasuk didalamnya mengenai keamanan bekerja, penjagaan kualitas produk berstandar global, dan efisiensi proses manufaktur kepada perusahaan tempat mereka bernaung dan kedepannya kepada pemasok-pemasok mereka.

Semoga melalui konsep efek domino yang sederhana ini, IAIPD dengan dukungan dari TMMIN dapat menyumbang pada upaya memperkuat industri otomotif Indonesia dan dapat menginspirasi munculnya program-program yang lebih masif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan industri," tutup Chairman IAIPD Edward Otto Kanter yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur TMMIN.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by