Toyota Sibuk Pamer Mobil Listrik di GIIAS 2018, Bagaimana Nasib Avanza?

Oleh Arief Aszhari pada 25 Jul 2018, 09:11 WIB
Diperbarui 25 Jul 2018, 09:11 WIB
Toyota Avanza Limited

Liputan6.com, Jakarta PT Toyota Astra Motor (TAM) hingga saat ini masih mengandalkan penjualan low multi purpose vehicle (LMPV) jagoannya, Avanza. Meskipun sempat disalip model baru, Mitsubishi Xpander, namun penjualan mobil sejuta umat raksasa Jepang ini kembali unggul atas rival terberatnya pada bulan Juni 2018.

Dari data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota Avanza terjual 4.648 unit pada bulan lalu. Jumlah tersebut, jauh di atas penjualan Mitsubishi Xpander yang hanya 3.278 unit pada bulan yang sama.

Meskipun begitu, banyak yang berpendapat jika Toyota Avanza memang harus mendapatkan penyegaran.

Dijelaskan Fransiscus Soerjopranoto, Executive GM PT TAM, jika berbicara pasar, pihaknya tetap melayani seluruh konsumen di berbagai segmen. Jika Toyota Avanza memang masih diterima konsumen, berarti mobil penggerak roda belakang masih cukup diterima dengan baik.

"Dengan mengandalkan penggerak roda belakang, Toyota Avanza bisa mengangkut lebih banyak dibandingkan mobil dengan penggedak roda depan, " jelas pria yang akrab disapa Soerjo, di Bluegrass, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Lanjut pria ramah ini, jika berbicara bagaimana nasib Toyota Avanza, dan bagaimana model baru yang bakal dihadirkan untuk model jagoannya tersebut, pihak Toyota tetap memberikan jawaban yang klise terkait hal tersebut.

"Saya tidak akan berhenti untuk bilang kita sedang studi terkait hal tersebut (Toyota Avanza baru). Karena yang seperti disampaikan, tidak semua yang terjadi harus diikuti," tegasnya.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Sebelumnya, Soerjo memang mengatakan tengah mempertimbangkan sistem penggerak untuk Toyota Avanza. Namun, masih belum dipastikan, apakah Toyota Avanza baru nantinya menggunakan penggerak roda depan atau belakang?

Pasalnya, konsumen loyal Avanza, menurutnya, tak setuju jika penggerak roda Avanza diubah ke depan. Jika diubah, artinya sama saja tidak menghargai konsumen loyalisnya.

"Kalau kita tinggalin penggerak roda belakang, 6 ribu sampai 7 ribu sekarang (penjualan) yang kita miliki lari ke mana," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penggerak roda menjadi salah satu pertimbangan konsumen memilih mobil. Jika diubah memakai penggerak roda depan, konsumen belum tentu setuju.

"Orang akan membandingkan itu (dengan mobil lain), karena penggerak roda adalah perbedaan paling signifikan di low MPV. Kalau pindah (ke depan), belum tentu customer mau pakai itu," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓