Keinginan Dani Pedrosa untuk Pensiun Sudah Tercetus 2 Tahun Lalu

Oleh Herdi Muhardi pada 15 Jul 2018, 12:03 WIB
Diperbarui 15 Jul 2018, 12:03 WIB
Dani Pedrosa, MotoGP, Marc Marquez
Perbesar
Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, dinilai Marc Marquez tak punya motivasi saat menggeber motor Honda. (MotoGP)

Liputan6.com, Jakarta Pembalap asal Spanyol, Dani Pedrosa memutuskan pensiun dari balapan MotoGP. Hal itu berarti Pedrosa mengakhiri kariernya usai 18 tahun di bawah bendera Honda. 

Dilansir Marca, Sabtu (14/7/2018), keputusan Pedrosa untuk pensiun ternyata telah dipikirkannya selama dua tahun terakhir.

 

Menurutnya, dia tak lagi bisa memotivasi dirinya untuk terus bersaing di kasta tertinggi balapan sepeda motor ini.

“Dua tahun lalu, ketika saya diperbarui kontrak yang terakhir, saya sudah ragu untuk terus berlari atau tidak. Saya tahu bahwa jika saya ingin terus berlomba, saya harus menemukan motivasi yang berbeda,” ungkap Pedrosa.

"Keputusan penting tidak dibuat dalam semalam, karena butuh beberapa saat dan pada akhirnya, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan," lanjut Pedrosa.

Pria kelahiran Sabadell, 29 September 1985 itu menyatakan, setelah mengumumkan untuk hengkang dari MotoGP, begitu banyak pihak yang menghubunginya lewat sambungan telepon maupun pesan pribadi.

“Saya masih belum sampat membaca atau mendengar reaksi dan saya harus selangkah demi selangkah,” katanya.

Pedrosa sendiri saat ini belum memikirkan masa depannya jika benar pensiun dari motor balap. Sekalipun dirinya telah mendapatkan tawaran dari Honda sebagai seorang test rider.

"Saya masih tidak tahu dan saya harus memikirkannya seiring waktu. Untuk saat ini, saya harus menikmati balapan akhir pekan ini, cobalah untuk mengisolasi diri dari segalanya, [termasuk] keputusan masa depan dan bawa sedikit lebih tenang," tutupnya.

 

2 dari 3 halaman

18 Tahun Bersama Honda

Dani Pedrosa, MotoGP
Perbesar
Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa memutuskan pensiun setelah MotoGP 2018 berakhir. (Twitter/Repsol Honda)

Pedrosa tak pernah sekalipun pindah ke pabrikan lain selama menjadi pembalap MotoGP. Beberapa waktu lalu, dia berharap bisa mengakhiri kariernya di Honda dengan merebut juara. 

“Sebuah kehormatan menjadi bagian dari keluarga Honda. Saya harap saya bisa mengakhiri karier dengan menjadi pemenang di Honda,” ungkap Pedrosa dalam situs resmi MotoGP dikutip Motorcyclesports

Keputusan untuk mengakhiri karier ini dilakukan setelah spekulasi masa depan Pedrosa tahun depan. Sebab, Honda tak lagi menawari Pedrosa kontrak musim 2019.

Sebaliknya, perusahaan berlambang sayap kepak itu, justru mempertimbangkan untuk meminang Johann Zarco sebagai bagian dari tim Repsol Honda untuk mendampingi Marc Marquez. 

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Honda justru menawari Jorge Lorenzo kontrak selama dua tahun menggantikan Pedrosa. Dengan begitu Lorenzo bakal menemani Marc Marquez pada musim balap tahun depan. 

“Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kesuksesan saya selama membalap di MotoGP. Saya selalu mengingat Honda di hati dan pikiran saya. Dalam hidup kita semua membutuhkan tantangan baru dan saat ini adalah waktunya,” tutup Pedrosa. 

Selama bersama Honda, Pedrosa telah mengoleksi 54 kemenangan dan beberapa gelar. Hanya saja, dia tak pernah menggondol gelar juara dunia 500cc dan MotoGP. Sebaliknya dia hanya memiliki tiga gelar juara dunia sekali di kelas 125cc dan dua kali di kelas 250cc.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓