Apa Manfaat Garis Warna-warni pada Ban Baru?

Oleh Liputan6.com pada 12 Jul 2018, 14:09 WIB
Ban

Liputan6.com, Jakarta - Saat Anda membeli beli ban baru, biasanya di bagian tengah terdapat garis warna. Terkadang garisnya satu, terkadang banyak.

Warnanya juga bisa berbeda-beda. Ada yang merah, putih, tetapi ada juga ban baru yang tanpa garis warna sama sekali.

Penasaran, sebenarnya apa fungsi warna pada ban tersebut? Hal ini pun dijelaskan oleh Theonanta Pardede, Supervisor Marketing Strategy Team PT Hankook Tire Indonesia kepada awak media saat kunjungan ke pabrik Hankook di Cikarang Bekasi, Rabu (11/7).

"Ban-ban baru suka ada garis berwarna. Warna di ban-ban baru itu sebenarnya hanya sebagai penanda. Kalau yang biru itu berarti untuk pasar di Eropa," kata dia.

Menurut dia, umumnya ban baru yang beredar di Indonesia tidak punya banyak pilihan warna.

"Ada juga yang untuk pasar Amerika. Ada sekitar tiga warna. Kuning buat lokal. Ada juga yang tanpa warna buat lokal," kata dia lalu menyebut bahwa spesifikasi untuk produksi di pabriknya sama.

 Reporter: Nazarrudin Ray

 Sumber : Otosia.com

2 of 4

Mengenal Jenis dan Perbedaan Tapak Ban Mobil

Jenis-jenis tapak ban
Jenis-jenis tapak ban (Otosia.com)

Jika Anda memperhatikannya, setiap merek ban memiliki beragam jenis dengan pola tapak yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pola tapak tersebut tetap mengacu pada standar dasar yang sama.

Melansir OTO.com, pola tapak ban ini bisa dibedakan menjadi tiga pola, yakni simetris, asimetris, dan directional atau uni-directional. Ketiganya memiliki karakter yang juga berbeda dan memiliki kemampuan membuang air yang juga berbeda.

 

 

 

Simetris

Pola ini paling umum ditemui pada kebanyakan ban di masa sekarang. Sesuai dengan namanya, pola pada tread atau permukaan karet paling luar yang diusung menganut desain yang simetris antara kedua sisinya, yakni sisi luar dan dalam di sepanjang tread mengelilingi ban. Serta motif desain yang juga serupa antara satu blok dengan blok yang lainnya.

Desain tersebut kemudian menghasilkan pola untaian yang seperti gelombang, dengan alur utama berfungsi membuang air. ban dengan pola tread simetris biasanya tidak mempermasalahkan arah sehingga memakainya bisa dibolak balik arah rotasinya. Sementara karakter yang biasa diunggulkan dari ban berpola tapak simetris termasuk lebih nyaman dan tidak terlalu bising.

3 of 4

Selanjutnya

Asimetris

Pola ini menggunakan desain yang berbeda antara kedua sisinya. Hal itu menghasilkan daya cengkeram lebih baik. Ban dengan pola asimetris tampak seperti dua ban berbeda yang digabungkan menjadi satu karena pola alur sisi luar dan dalam berbeda. Pola sisi dalam biasanya lebih banyak dibandingkan sisi luar, sehingga menghasilkan karakter unggulan daya cengkeram lebih baik pada jalan basah.

Sementara sisi luar dengan pola lebih sedikit memberikan kontak yang baik pada permukaan jalan, serta meningkatkan daya cengkeram saat dipakai menikung dengan kencang. Yang perlu diperhatikan adalah pemasangannya yang harus benar yang mana sisi luar tidak bisa ditempatkan pada sisi dalam. kalau terbalik akan membahayakan dan mengacaukan performa. Namun secara rotasi biasanya tidak masalah sehingga bisa memindahkannya ke antara sisi kiri dan kanan mobil.

Directional (uni-directional)

Pola ini sangat berpegang teguh pada arah sehingga biasanya pola yang umum digunakan menyerupai arah panah atau huruf V dan terdapat tanda panah penunjuk arah rotasi pada dinding-dinding ban.

Ban dengan pola tapak ini bebas dipasang di mana saja selama sesuai dengan arah yang dianjurkan. Bentuk dari pola alur berfungsi optimal memecah air sehingga mengurangi kecenderungan terjadinya aquaplanning saat jalanan basah. Ban jenis ini juga memiliki cengkeraman yang baik pada jalan kering.

Sumber : Otosia.com

 
4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait